Powered by Bravenet Bravenet Blog

Tag Board

obat pembesar penis: Thaks INFO YA gAN
obat pelangsing badan: MAKASIH INFO YA gAN
toko online jual perangsang: PERaNGSaNG Sex PERMEN AILIDA CANDY 20mnt langsung Reaksi
vakum pembesar alat vital: Vakum Pembesar Penis Elektrik Ekstra ManualMerupakan Alat Terapi Yang Berfungsi Untuk Memperbesar Dan Memperpanjang Penis Secara Cepat,Tepat Dan Hasilnya Permanen, Vakum Pembesar Penis Ini Sangat Berkualitas Dengan Bahannya Yang Kuat Dan Ukurannya Yang Jumbo Sehingga Mudah Di Pakai Sesuai Dengan Anjuran Sehingga Tidak Berakibat Fatal Pada Penis.Fungsi Vakum Pembesar penis elektrik ekstra manual :-Memperpanjang Penis Sesuai Dengan Keinginan-Memperbesar Penis Secara Cepat-Memperlancar Peredaran Da
Procomil Spray: Procomil Spray penggunaannya cukup di semprotkan pada alat viatal anda ( penis) , secara merata ke bagian sisi masing masing penis, cocok bagi yang super sibuk dan ingin yang praktis. hanya sekali semprot langsung tegang. asli tahan lama. isi total semprot 15 ml bisa digunakan untuk berulang ulang, efeknya lebih bagus dan merata karena menggunakan teknologi penyemprotan secara merata dan tentunya lebih awet Obat kuat dalam bentuk semprot ini lebih praktis dan lebih mudah penggunaanya, cocok bagi
Obat Katarak Alami: terima kasih atas informasinya, salam sehat.http://obatkatarakalami55.blogspot.com/
obat alami infeksi saluran kencing pada wanita: Ketekunan dan kesabaran jika digabungkan menjadi modal yang sangat besar untuk meraih sukses.
obat alami infeksi saluran kencing: Hidup kita terlalu penting untuk digunakan menua dalam kekhawatiran.
parabola venus: parabola venus
gading icon: gading icon
Hokibet - Agen Bola Terpercaya, Agen C4s1n0 Online, Agen Jud1 Online: Welcome to Hokibet.com dan sebagai Agen Bola Terpercaya kami selalu akan meningkatkan kualitas pelayanan kami secara maksimal.Promo Sp0rtb00k :1. Promo Bonus 20% Credit khusus new member2. Promo Free Bonus Credit 10% setiap melakukan depositPromo C4siin0 Online :1. Promo Bonus 10% Credit khusus new member2. Promo Free Bonus Credit 5% setiap melakukan deposit3. Promo Komisi 1% khusus live c4siin0Promo bonus 5% credit khusus buat refrensi member ke situs kami.Untuk ketentuan promo yang berlaku sil
Cara Mengobati Kanker Rahim: terima kasih atas informasinya, semoga bermanfaat..Selamat siang semua nya ..
Hokibet - Agen Bola Terpercaya, Agen C4s1n0 Online, Agen Jud1 Online: Welcome to Hokibet.com dan sebagai Agen Bola Terpercaya kami selalu akan meningkatkan kualitas pelayanan kami secara maksimal.Promo Sp0rtb00k :1. Promo Bonus 20% Credit khusus new member2. Promo Free Bonus Credit 10% setiap melakukan depositPromo C4siin0 Online :1. Promo Bonus 10% Credit khusus new member2. Promo Free Bonus Credit 5% setiap melakukan deposit3. Promo Komisi 1% khusus live c4siin0Promo bonus 5% credit khusus buat refrensi member ke situs kami.Untuk ketentuan promo yang berlaku sil
Modipla: Modipla adalah HPO Etnik persembahan www.grosirkita.com yang bisa memuat barang bawaan kita seperti HP, tablet 8”, kartu kartu ATM, uang, power bank dan lain sebagainya. Motif Bordirnya sangat unik sehingga tas HPO ini sangat disukai.
Agen Bola Terpercaya, Agen Casino, Bandar Bola Sbobet - Hokibet: Welcome to Hokibet.com dan sebagai Agen Bola Terpercaya kami selalu akan meningkatkan kualitas pelayanan kami secara maksimal.Promo Sp0rtb00k :1. Promo Bonus 20% Credit khusus new member2. Promo Free Bonus Credit 10% setiap melakukan depositPromo C4siin0 Online :1. Promo Bonus 10% Credit khusus new member2. Promo Free Bonus Credit 5% setiap melakukan deposit3. Promo Komisi 1% khusus live c4siin0Promo bonus 5% credit khusus buat refrensi member ke situs kami.Untuk ketentuan promo yang berlaku sil
Obat Tradisional Kanker Tenggorokan: terima kasih atas informasinya, salam sehat.http://obattradisionalkankertenggorokan53.blogspot.com/
vakum pembesar alat vital: Vakum Alat Pembesar Penis Handsome Up adalah vakum alat pembesar penis yang kerjanya adalah menarik otot penis,jika di pakai secara rutin akan menghasilkan pembesaran yang permanen dan ereksi penis jadi kuat. Dalam 2x pemakaian secara berturut dalam sehari dengan mengoleskan dan memompa ke dalam vakum maka langsung kelihatan hasilnya Untuk Penis Jadi Lebih Besar dan Panjang 5-10cm dalam waktu singkat dengan metode sport atau olah raga, cara ini banyak di gunakan karna lebih aman, tanpa efek sa
vakum penis: Vakum Pembesar Penis NEW SOLDIER adalah alat pompa yang mampu memperbesar alat vital pria untuk menambah ukuran penis, mengencangkan ereksi secara permanen dengan cepat aman tanpa efek samping sehingga meningkatkan vitalitas lelaki. Alat Vakum pembesar Penis sudah teruji lama dengan berbagai penelitian ter-update, Vacum penis menjadi pilihan banyak orang dalam mengatasi masalah ukuran dan kualitas sexual yang paling utama tanpa efek samping.
obat peninggi badan: OBAT PENINGGI BADAN GROW UP SUPER USAPaket Keluarga untuk semua umur, FDA, GMP APPROVED facilities memperkenalkan SUPLEMEN MULTI PENINGGI BADAN GROW UP SUPER USA terbuat lewat inovasi terbaru untuk memberikan yang terbaik untuk anda dari alam di proses dengan teknologi mutakhir oleh para ilmuan terkenal, cara alami meninggikan badan secara cepat, cocok bagi para olahragawan, angkatan atau militer untuk mempercepat pertumbuhan badan agar cepat tinggi dan proporsional untuk memenuhi standar inter
apaantuh: happy reading all,i think this is different than older blog now,i;m so glad to read thisIhsan Magazine ID apaantuhdotcom
jus manggis xamthone: jus manggis xamthone
cat tembok spectrum: cat tembok spectrum
Obat Tradisional Jantung Koroner: terima kasih atas informasinya, salam sehat.http://obattradisionaljantungkoroner55.blogspot.com/
Pokerstar88.com Agen Texas Poker Dan Domino Online Indonesia Terpercaya: Pokerstar88.com Agen Texas Poker Dan Domino Online Indonesia Terpercaya
Dewa Poker: Dapatkan Tips & Trick Bermain Poker Dan Domino Kiu Kiu
Obat Gagal Ginjal Tradisional: Terima kasih atas informasinya, dan sukses selalu.http://obatgagalginjaltradisional53.blogspot.com/
Obat Maag Kronis Alami: Terima kasih atas informasinya, dan sukses selalu.http://obatmaagkronisalami53.blogspot.com/
Cara Mengobati Hepatitis B: Cara Mengobati Hepatitis B
obat perangsang: Obat : facebook.com/obatfrigid8u8u0
kata kata galau: kata kata galau sedih tentang cinta
Obat Sesak Nafas Alami: terima kasih atas informasinya gan sukses selalu.http://obatsesaknafasalami55.blogspot.com/
Cara Mengobati Bisul Atau Abses Nanah Pada Kulit: Cara Mengobati Bisul Atau Abses Nanah Pada Kulit
harga sedot wc: harga sedot wc
Obat Herbal Kanker Payudara Paling Mujarab: Obat Herbal Kanker Payudara Paling Mujarab
Obat Tradisional Asam Urat: Terima kasih atas informasinya, gan sukses selalu.http://obattradisionalasamurat55.blogspot.com/
Biodata Dahlia Pohan Dan Foto HOT nya: wow i very excited with your post!! i thing this is about something like i never could to happen but i really make it mine ! thanks all :Dihsanmagazine.blogspot.com zadzan.com huntitan.blogspot.com Inker Mania/a>
Vcc.co.id provider vcc murah di indonesia: Provider Vcc Murah Di Indonesia
Cerita Dewasa: PRIA DAN WANITA
Perawatan Tubuh: PRIA DAN WANITA
harga sedot wc: harga sedot wc
Obat Tradisional Diabetes: terima kasih atas informasinya, semoga bermanfaat.http://obattradisionaldiabetes45.wordpress.com/
Alat Bantu Sex: ALAT BANTU SEX
Obat Perangsang Wanita: OBAT PERANGSANG WANITA
Obat Bius Cair: Obat Bius Cair
obat pembesar payudara: obat pembesar payudara puerarin ampuh cepat permanen aman tanpa efek samping.
berita haji: asslm. terimaksih buat posting yang sangat bermanfaat
rumtar88.com: rumtar88.com agen bola sbobet ibcbet casino 338a tangkas togel online indonesia terpercaya
RAJAPOKER88: RAJAPOKER88

Please type in the four characters shown in the black box.

Sunday, July 16th 2006

11:18 PM

Dua Qunut by al-Afasy

  • Mood:

Dua Qunut by al-Afasy


This is a beautiful dua of qunoot made a few years ago by Mishari Rashid al-Afasy:

الَّلهُمُّ لَكَ الحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ

الحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ

 السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ

Allahumma lakal-hamdu anta noorus-samawaati wal-ardi wa man fihinna, wa lakal-hamdu anta qayyimus-samawaati wal-ardi wa man fihinna, wa lakal-hamdu anta rabbus-samawaati wal-ardi wa man fihinna.

O Allah! For You is all Praise - You are the Light of the Heavens and the Earth and all that is in them; and for You is all Praise – You are the Guardian of the Heavens and the Earth and all that is in them; and for You is all Praise – you are the Lord of the Heavens and the Earth and all that is in them.



أَنْتَ الحَقُّ وَوَعْدُكَ الحَقُّ وَقَوْلُكَ الحَقُّ وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَالجَنَّةُ حَقٌّ

 وَالنَّارُ حَقٌّ والسَّاعَةُ حَقٌّ والنَّبِيّونَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ.

Antal-Haqqu wa wa'dukal-haqqu wa qawlukal-haqqu wa liqa’uka haqqun, wal-jannahtu haqqun wan-naru haqqun, was-sa'atu haqqun, wan-nabiyyoona haqqun wa Muhammadun haqq.

O Allah! You are the Truth, Your Promise is True, Your Speech is True, Your Meeting is True, Paradise is True, the Hellfire is True, the Hour is True, the Prophets are True and Muhammad is True.


الل
هُمَّ لَكَ أَسْلَمْنَا وَبِكَ آمَنَّا وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَبِكَ خَاصَمْنَا وَإِلَيْكَ حاَكَمْنا

فَاغْفِرْ لَنَا مَا قَدَّمْنَا وَمَا أَخَّرْنَا وَمَا أَسْرَرْنَا وَما أَعْلَنَّا أَنْتَ المُقَدِّمُ

 وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ لا إِلهَ إِلا أَنْتَ.

Allahumma laka aslamnaa, wa bika aamannaa, wa alayka tawakkalnaa, wa bika khaasamnaa, wa ilayka haakamnaa, faghfir lanaa maa qaddamnaa wa maa akhkharnaa, wa maa asrarnaa wa maa a3lannaa, antal-muqaddimu wa antal-mu’akhkhiru laa ilaaha illaa ant.

O Allah! To You have we submitted our souls, in You have we believed, upon You have we relied, for You have we argued, to You have we taken our judgement, so forgive us all that we have done and what we have not done, what we have hidden and what we have disclosed. You are the Promoter, and You are the Delayer, there is no God but You.


اللهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آل مُحَمُّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ

وَعَلى آل إِبْرَاهِيمَ إِنَكَ حَمِيدٌ مَجِيد، وَبَارِكْ عَلى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آل

 مُحَمُّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلى آل إِبْرَاهِيمَ إِنَكَ حَمِيدٌ مَجِيد.

Allahumma salli ala Muhammadin wa ala Muhammad, kamaa sallayta ala Ibraheema wa alaa aali Ibrahim, Innaka hameedun Majeed. Wa barik ala Muhammadin wa ala aali Muhammad, kama barakta ala Ibrahima wa ala aali Ibrahim, Innaka hameedun majeed.

O Allah! Send prayers upon Muhammad and upon the followers Muhammad, just as you sent prayers upon Ibrahim and upon the followers of Ibrahim. Verily, you are Praiseworthy, Glorious. And O Allah! Send blessings upon Muhammad and upon the followers Muhammad, just as you sent blessings upon Ibrahim and upon the followers of Ibrahim. Verily, you are are Praiseworthy, Glorious.



اللهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلامَ وَالمُسْلِمِينَ، اللهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلامَ وَالمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ

 الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِينَ وَدَمِّرْ أَعْدآءَ الدِّينِ وَاحْمِ حَوْزَةَ الإسْلامِ يَا رَبَّ

العَالَمِينَ.

Allahumma a'izzal-Islama wal-Muslimeen, Allahumma a'izzal-Islama wal-Muslimeen, wa adhillash-shirka wal-Mushrikeen, wa dammir a'daa’ad-deen, wahmi hawzatal-Islami ya rabbal-3alameen.

O Allah! Raise the standing of Islam and the Muslims. O Allah! Raise the standing and the Muslims, and degrade the standing of Kufr and the Kaafireen, and Shirk and the Mushrikeen. Destroy the enemies of the Deen, and protect the lands of Islam, O Lord of the Worlds.


اللهُمَّ انْصُرْ دِينَكَ وَكِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ وَعِبادَكَ المُوَحِّدينَ.


Allahummansur deenaka wa kitabaka wa sunnahta nabiyyika wa ibaadakal-Muwahhideen.

O Allah! Grant Victory to Your religion, Your book, and the Sunnah of Your prophet, and Your monotheist slaves.


اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الحَمْدُ لا إِلهَ إِلا أَنْتَ، وَحْدَكَ لا شَرِيكَ لَكَ،

المَنَّانُ، يَا بَدِيعَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ، يَا ذَا الجَلالِ وَالإِكْرِام،ِ يَا حَيُّ

 يَا قَيُّومُ.

Allahumma inna nas’aluka bi anna lakal-hamd, laa ilaha illa ant, wahdaka la shareeka laka, al-mannan, ya badias-samawaati wal-ardi, ya dhal-jalali wal-ikraam, ya hayyu ya qayoom.

O Allah! We ask of You, by virtue of all praise being to You, there is no God worthy of worship but You alone, there is no partner for You, the Beneficient, Creator of the Heavens and the Earth, O Lord of Majesty and Bounty, O Alive Self-Subsisting One.


نَسَأَلُكَ بِأَنَّنا نَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لا إِلهَ إلا أَنْتَ، الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذي لَمْ

 يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أَحَد، أَنْ تَنْصُرَ الإِسْلامَ وَأَهْلَهُ فِي

كُلِّ مَكَانٍ، اللهُمُّ اَنْصُرِ الإِسْلامَ وَأَهْلَهُ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اللهُمَّ انْصُرِ 

الإِسْلامَ وَأَهْلَهُ فِي كُلِّ مَكَانٍ.


Nas’aluka bi ananaa nash-hadu annaka antallah, la ilaha illa ant, al-ahadus-samadu-ladhdhi lam yalid wa lam yu-lad wa lam yakul-lahu kufuwan ahad. An tansural-Islama wa ahlahu fi kulli makaan. Allahumma-nsuril-Islama wa ahlahu fi kulli makaan. Allahumma-nsuril-Islama wa ahlahu fi kulli makaan.

We ask You - by virtue of bearing witness that You are Allah, there is no God worthy of worship but You, the One, the Self-Sufficient, Who begets not, nor was He begotten, and there is none who is comparable to Him. - [we ask You] to grant victory to Islam and the Muslims everywhere. O Allah! Grant victory to Islam and the Muslims everywhere. O Allah! Grant victory to Islam and the Muslims everywhere.


إِلَيْكَ نَشْكُو ضَعْفَ قُوَّتِنَا وَقِلَّةَ حِيلَتِنا وَهَوَانَنا عَلَى النَّاسِ، يَا أَرْحَمَ

 الرَّاحِمِينَ، أَنْتَ رَبُّ المُسْتَضْعَفِينَ،

Ilayka nashku da'fa quwwatina, wa qillata heelatina, wa hawanana 'alan-naas, ya arhamar-rahimeen. Anta rabbul-mustad'afeen

To You we complain of our weakness, our failure, our shame before the people. O Most Merciful! You are the Lord of the weak and oppressed.


وَأَنْتَ رَبُّنَا، إِلَى مَنْ تَكِلُنَا، إِلَى بَعِيدٍ يَتَجَهَّرُنَا، أَوْ إِلَى عَدُوٍّ مَلَّكْتَهُ

 أَمْرَنَا، إِنْ لَمْ يَكُنْ بِكَ غَضَبٌ عَلَيْنَا فَلا نُبَالِي، غَيْرَ أَنَّ عَافِيَتَكَ هِيَ

 أَوْسَعُ لَنَا.


Wa anta rabbuna, ila man takiluna, ila ba'eedin yatajahharuna, wa ila 'aduwwin mallaktahu amrana, in lam yakun bika ghadabun 'alaynaa fala nubaali, ghayra anna 'afiyataka hiya awsa'u lana.

And You are our Lord, to whom will you entrust us? To a distant person who will treat us with enmity, or to an enemy You have made over us. If You are not angry at us, we would not care, for Your pardon is greater for us.


نَعُوذُ بِنُورِ وَجْهِكَ الَّذي أَشْرَقَتْ لَهُ الظُّلُمَاتُ، وَصَلُحَ عَلَيْهِ أَمْرُ

 الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، أَنْ يَحِلَّ عَلَيْنَا غَضَبُكَ، وَأَنْ يَنْزِلَ بِنَا سَخَطُكَ، لَكَ

العُتْبَى حَتَّى تَرْضَى، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلا بِكَ،

Na'udhu bi noori wajhikal-ladhi ashraqat lahudh-dhulumat, wa saluha 'alayhi amrud-dunya wal-akhirah, ay-yahilla alayna ghadabuk, wa ay-yanzila bina sakhatuk, lakal-'utbaa hatta tarda, wa la hawla wa la quwwata illa bik.

We seek refuge in the Light of Your Face for which darknesses shine, and with which the affairs of this life and the Hereafter become good, from Your anger or displeasure fall upon us. You have the right to admonish until You are pleased, and there is no power and no might except in You.


فَإِلَيْكَ نَشْكُو ضَعْفَنَا، فَإِلَيْكَ نَشْكُو ضَعْفَنَا.


Fa ilayka nashku da'fana, fa ilayka nashku da'fana

So to You we complain of our weakness, to You we complain of our weakness.



اللهُمَّ هَذِهِ رُوسِيا جَائَتْ بِجَيْشِهَا وَحَدِيدِها، بِظُلْمِها وَفَخْرِها، جَاءتْ

 تُحَادُّكَ وَتُكَذِّبُ رَسُولَكَ، وَتُقَتِّلُ المُسْتَضْعَفِينَ مِنَ المُؤْمِنينَ فِي

الشِّيشان.

Allahumma hadhihi roosiya ja’at bi jayshiha wa hadeediha, bi dhulmiha wa fakhriha, ja’at tuhadduka wa tukadhdhibu rasoolaka, wa tuqattilul-mustad'afina minal-mu’mineena fish-sheeshan.

O Allah! Roosiya came with her army and iron, with her oppression and arrogance, she came to challenge You and deny Your Messenger, and to slaughter the weak and oppressed believers in Sheeshan.


اللهُمَّ أَنْجِزْ لَهُمِ مَا وَعَدْتَهُمْ، اللهُمَّ أَنْجِزْ لَهُمِ مَا وَعَدْتَهُمْ، اللهُمَّ أَنْجِزْ

لَهُمِ مَا وَعَدْتَهُمْ فِي كِتَابِكَ.

Allahumma anjiz lahum ma wa'adtahum, Allahumma anjiz lahum maa wa'adtahum, Allahumma anjiz lahum ma wa'adtahum fee kitabik.

O Allah! Bring about what You promised them. O Allah! Bring about what You promised them. O Allah! Bring about what You promised them in Your Book.


اللهُمَّ إِنَّنَا نَنْشُدُكَ عَهْدَكَ وَوَعْدَكَ، اللهُمَّ أَنْزِلْ نَصْرَكَ وَتَأيِيدَكَ، أَنْتَ

عَضِيدُهُمْ وَأَنْتَ نَصِيرُهُمْ، وَبِكَ يُقَاتِلُونَ.

Allahumma innana nanshudu 'ahdaka wa wa'dak. Allahumma anzil nasraka wa ta’yidak, anta 'adeeduhum, wa anta naseeruhum, wa bika yuqatiloon.

O Allah! We seek Your protection and Your promise. O Allah! Bring down Your help and support, You are their helper and supporter, and for You they will fight.


اللهُمَّ إِنَّهُمْ مَغْلُوبُونَ فَانْتَصِرْ لَهُمْ.


Allahumma innahum maghloobuna fantasir lahum.

O Allah! They are helpless, so help them.


رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْهِمْ صَبْراً وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى القَوْمِ

الكَافِرِينَ.

Rabbana afrigh 'alayhim sabran wa thabbit aqdamahum wansurhum 'alal-qawmil-kafireen.

Our Lord! Pour upon them patience, make them steadfast, and grant them victory over the Disbelivers.


اللهُمَّ مَكِّرْ لَهُمْ، وَاكْفِهِمْ بِمَا شِئْتَ إِنْ تَنْصُرْهُمْ فَلا غَالِبَ لَهُمْ، وَإِنْ

تَخْذُلْهُمْ فَمَنْ ذَا الَّذي يَنْصُرهُمْ مِنْ بَعْدِكَ.

Allahumma makkir lahum, wakfihim bimaa shi’t. In tansurhum falaa ghaliba lahum, wa in takhdhulhum fa man dhal-ladh' yansurhum min ba'dika.

O Allah! Plot for them, and suffice them with what You please, if You support them then nobody can overpower them, and if You forsake them, then who will be able to support them after You?


لا إِلاَ إِلا اللهُ العَظيمُ الحَليم، لا إِلهَ إِلا اللهُ رَبَّ العَرْشِ العَظِيمِ، لا

إلهَ إِلا اللهُ رَبُّ السَّمَاوَتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ العَرْشِ

124 Comment(s) / Post Comment

Sunday, July 16th 2006

12:00 AM

Continuition of the dua: Part 2

  • Mood:



اللهُمَّ مَكِّرْ لَهُمْ، وَاكْفِهِمْ بِمَا شِئْتَ إِنْ تَنْصُرْهُمْ فَلا غَالِبَ لَهُمْ، وَإِنْ

 تَخْذُلْهُمْ فَمَنْ ذَا الَّذي يَنْصُرهُمْ مِنْ بَعْدِكَ.

Allahumma makkir lahum, wakfihim bimaa shi’t. In tansurhum falaa ghaliba lahum, wa in takhdhulhum fa man dhal-ladh' yansurhum min ba'dika.

O Allah! Plot for them, and suffice them with what You please, if You support them then nobody can overpower them, and if You forsake them, then who will be able to support them after You?


لا إِلاَ إِلا اللهُ العَظيمُ الحَليم، لا إِلهَ إِلا اللهُ رَبَّ العَرْشِ العَظِيمِ، لا

إلهَ إِلا اللهُ رَبُّ السَّمَاوَتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ.

La ilaha illAllahul adhimul-haleem. La ilaha illAllahu, rabbul-arshil-adheem. La ilaha illAllahu rabbus-samawaati wa rabbul-ardi wa rabbul-arshil-kareem.

There is no God but Allah, the Mighty the Forebearing, there is no God but Allah, Lord of the Mighty Throne, There is no God but Allah, Lord of the Heavens and Lord of the Earth and Lord of the Noble Throne.


اللهُمَّ أَنْجِ المُسْتَضْعَفينَ مِنَ المُؤمِنِينَ فِي الشِّيشان، اللهُمَّ أَنْجِ

المُسْتَضْعَفينَ مِنَ المُؤمِنِينَ فِي الشِّيشان، اللهُمَّ أَنْجِ المُسْتَضْعَفينَ مِنَ

 المُؤمِنِينَ فِي الشِّيشان، اللهُمَّ اشْدُدْ وَطَأَتَكَ عَلَى رُوسِيا، اللهُمَّ

اجْعَلْهَا عَلَيْهِمْ سِنِينَ كَسِنينِ يُوسُف،

Allahumma anjil-mustadafeena minal-mu’mineena fish-sheeshaan. Allahumma anjil-mustadafeena minal-mu’mineena fish-sheeshaan. Allahumma anjil-mustadafeena minal-mu’mineena fish-sheeshaan. Allahummash-dud wata’ataka ala roosiya, Allahummaj-alha 'alayhim sineena ka sineeni yusuf

O Allah! Help the weak and oppressed believers in Sheeshan. O Allah! Help the weak and oppressed believers in Sheeshan. O Allah! Help the weak and oppressed believers in Sheeshan. O Allah! increase Your force against Roosiya.


اللهُمَّ خُذْهُمْ أَخْذُ عَزِيزٍ مُقْتَدِر،ٍ اللهُمَّ اجْعَلْ الدَّائِرَةَ عَلَيْهِمْ اللهُمَّ أَرِنَا

 فِيِهِمْ يَوْماً أَسْوَداً،

Allahumma khudh-um akhdha 'zeezin muqtadir, Allahummaj'al id-da’irata alayhim, Allahumma arina feehim yawman aswada

O Allah! annihilate them with Your authority and power, O Allah! Let all they have done be done to them. O Allah! show us their black day.


اللهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ، وَمَزِّقْ جَمْعَهُمْ، وَخَرِّبْ دِيَارَهُمْ، وَدَمِّرْ

أَسْلِحَتَهُمْ، اللهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْهِمُ الأَعَاصيرَ المُدَمِّرَةَ، وَالأَمْرَاضَ الفَتَّاكَةَ

Allahumma shattit shamlahum, wa mazziq jam'ahum, wa kharrib diyarahum, wa dammir aslihatahum. Allahumma anzil 'alayhimul-a'aseeral-mudammira wal-amradal-fattaaka

O Allah! Disperse their gatherings and shatter their unity, demolish their houses, destroy their weapons. O Allah! Send upon them destructive hurricanes, and fatal diseases.


اللهُمَّ أَحْصِهِمْ عَدَداً، وَاقْتُلْهُمْ بَدَداً، وَلا تُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَداً، وَاجْعَلْهُمْ

عِبْرَةً لأَمْثَالِهِمْ مِنَ اليَهُودِ وَالنَّصَارى وَالمُشْرِكِينَ، أَذِلَّةً صَاغِرِينَ.

Allahumma ahsihim adada, waqtul-hum badada, wa la tughadir minhum ahada, waj'alhum ibratan li amthalihim minal-yahudi wan-nasaara wal-mushrikeena adhillatan saaghireen

O Allah! Count them and kill them selectively, and do not leave a single one of them, and make them an example for their likes among the yahuudi, nasaara, and mushriks, humiliated and abased.


اللهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ في نُحُورِهِِمْ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ،


Allahumma inna naj'aluka fi nuhoorihim, wa na'udhu bika min shuruurihim.

O Allah! We want Your help against them and seek Your protection against their atrocities.


اللهُمًّ مُنْزِلَ الكِتَابَ، مُجْرِيَ السَّحَاب، َهَازِمَ الأَحْزَابَ، اِهْزِمْهُمْ

وَزَلْزِلْهُمْ، وَأَرِنَا فِيهِمْ عَجَائِبَ قُدْرَتِكَ، فَإِنَّهُمْ لا يُعْجِزُونَكَ يَا قَوِيُّ يَا

 عَزِيزُ.

Allahumma munzilal-kitab, mujriyas-sahab, hazimal-ahzaab, ihzimhum wa zalzilhum, wa arina feehim aja’iba qudratik, fa innahum la yu'jizuunaka ya qawiyyu ya 'Aziz

Oh Allah! Revealer of The Book, Controller and Dominator of the clouds, Defeater of the armies of Your enemies…defeat them and make the ground shake beneath their feet, and show us in them the wonders of Your Might, for they are weak before You. O Mighty, O Powerful!.


رَبَّنَا، أَنْتَ عَضِيدُنَا، وَاَنْتَ نَصِيرُنَا، وَأَنْتَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الوَكِيلِ.


Rabbana anta adeeduna wa anta naseeruna, wa anta hasbuna wa ni'mal-wakeel.

O Allah! You are our Helper, and You are our Victor, and You are Sufficient for us, and the Best Guardian.


اللهُمَّ فُكَّ قَيْدَ أَسْرَانَا وَأَسْرىَ المُسْلِمِِِينَ، اللهُمَّ فُكَّ قَيْدَ أَسْرَانَا وَأَسْرَى

 المُسْلِمِِِينَ، اللهُمَّ فُكَّ قَيْدَ أَسْرَانَا وَأَسْرَى المُسْلِمِِِينَ، وَرُدَّهُمْ إِلُى

أَهْلِهِمْ سَالِمِينَ،

Allahumma fukka qayda asrana wa asral-muslimeen, Allahumma fukka qayda asranaa wa asral-muslimeen, Allahumma fukka qayda asrana wa asral-muslimeen, wa ruddahum ilaa ahlihim salimeen.

O Allah! Break free the shackles of our prisoners and the prisoners of the Muslims. O Allah! Break free the shackles of our prisoners and the prisoners of the Muslims. O Allah! Break free the shackles of our prisoners and the prisoners of the Muslims, and return them safely to their families.


اللهُمَّ إِنَّهُمْ فِي حَاجَةٍ عَاجِلُةٍ إِلَى رَحَمَاتِكَ، اللهُمَّ إِنَّهُمْ فِي حَاجَةٍ

عَاجِلُةٍ إِلَى رَحَمَاتِكَ، اللهُمَّ إِنَّهُمْ فِي حَاجَةٍ عَاجِلُةٍ إِلَى رَحَمَاتِكَ،

 فَأَنْزِلْ عَلَيْهِمْ رَحمَاتِكَ يَا رحْمَاَنُ يَا رَحِيمُ، فَأَنْزِلْ عَلَيْهِمْ رَحمَاتِكَ

يَا رحْمَاَنُ يَا رَحِيمُ.

Allahumma innahum fi hajatin 'ajilatin ila rahamatik, Allahumma innahum fi haajatin 'ajilatin ila rahamatik, Allahumma innahum fi haajatin 'ajilatin ila rahamatik, fa anzil alayhim rahamatika Ya Rahmanu, Ya Raheem, fa anzil alayhim rahamatika Ya Rahmaanu Ya Raheem.

O Allah! They are in urgent need of Your Mercies. O Allah! They are in urgent need of Your Mercies. O Allah! they are in urgent need of Your Mercies, so send upon them Your Mercies. O Most Merciful, O Most Kind, so send upon them Your Mercies O Most Mericufl, O Most Kind.


اللهُمَّ مَنْ آذَاهُمْ فَآذِهِ وَمَنْ عَادَاهُمْ فَعَادِهِ،


Allahumma man adhahum fa adhihi, wa man adahum fa adihi.

O Allah! Whoever has harmed them, then harm him, and whoever has shown enmity to them, then show enmity to them.


لا إِلهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ، إِنَّ كُنَّا مِنَ الظَالِمِينَ.


100 Comment(s) / Post Comment

Sunday, July 16th 2006

12:00 AM

Continuition of the du'a: Part 3

  • Mood:



لا إِلهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ، إِنَّ كُنَّا مِنَ الظَالِمِينَ.


La ilaha illa anta subhanaka, inna kunna minadh-dhalimeen.

There is not God but You, Glory be to You, Truly we have been of the wrongdoers.


اللهُمَّ رِبَّنَا عَزَّ جَارُكَ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ، وَتَقَدَّسَتْ أَسْماؤُكَ، اللهُمَّ لا يُرَدُّ

أَمْرُكَ وَلا يُهْزَمُ جُنْدُكَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ.

Allahumma rabbana azza jaaruk, wa jalla thana’uk, wa taqaddasat asma’uk, Allahumma la yuraddu amruk, wa la yuhzamu junduk, subhanaka wa bi hamdik.

O Allah! Your allies are strong, Your praise is glorified, Your names are sanctified. O Allah! Your command cannot be repelled, and Your armies cannot be defeated.


اللهُمَّ أَعِدِ المَسْجِدَ الأَقْصى إِلَى رِحَابِ المُسْلِمِينَ، اللهُمَّ أَعِدِ المَسْجِدَ

 الأَقْصى إِلَى رِحَابِ المُسْلِمِينَ، اللهُمَّ أَعِدِ المَسْجِدَ الأَقْصى إِلَى

رِحَابِ المُسْلِمِينَ، وَارْزُقْنَا فِيهِ صَلاةً قَبْلَ الْمَمَاتِ .

Allahumma a'idil-masjidil-aqsa ila rihabil-muslimeen, Allahumma a'idil-masjidil-aqsa ila rihabil-muslimeen, Allahumma a'idil-masjidil-aqsa ila rihabil-muslimeen, war-zuqna feehi salatan qablal-mamaat.

O Allah! Return al-Masjid al-Aqsa to the Muslims. O Allah! Return al-Masjid al-Aqsa to the Muslims. O Allah! Return al-Masjid al-Aqsa to the Muslims, and bestow on us a prayer in it before we die.


اللهُمَّ طَهِّرْهُ مِنْ إِخْوَانِ القِرَدَةِ وَالخَنَازِيرِ، اللهُمَّ مَزِّقْهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ،

اللهُمَّ فَرِّقْ بَيْنَهُمْ وَبَينْ مَنْ شَايَعَهُمْ.

Allahumma tahhirhu min ikhwanil-qiradati wal-khanazeer, allahumma mazziqhum kulla mumazzaq, Allahumma farriq baynahum wa bayna man shaya'ahum.

O Allah! purify it from the brothers of monkeys and khanzeer. O Allah! Tear them to pieces, and sow dissension between them and their followers.


اللهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ المُسْلِمِِينَ فِي فِلِسطِينَ، اللهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ

المُسْلِمِِينَ فِي فِلِسطِينَ وفي كُلِّ مَكَانٍ، يَا ذَا الجَلالِ وَالإِكْرِامِ.

Allahumma aslih ahwaalal-muslimeena fi filisteen, Allahumma aslih ahwaalal-muslimeena fi filisteena wa fi kulli makaanin ya dhul-jalali wal-ikraam.

O Allah! Rectify the affairs of the Muslims in Palestine. O Allah! Rectify the affairs of the Muslims in Palestine and in every place, O Lord of Majesty and Bounty.


اللهُمَّ لا تَجْعَلْ لِكَافِرٍ عَلَيْنَا سَبِيلاً، اللهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ سُوءِ

القَضَاءِ، وَدَرْكِ الشَّقَاءِ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ، وَجَهْدِ البَلاءِ، وَنَعُوذُ بِكَ

 مِنْ مُنْكَراتِ الأَخْلاقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ وَالأَدْوَاءِ.

Allahumma la taj'al li kafirin alayna sabeela, Allahumma inna na'udhu bika min suu’il-qada, wa darkish-shaqa’, wa shamatatil-a'da’, wa jahdil-bala’, wa na'udhu bika min munkaratil-akhlaqi wal-amali wal-ahwa’i wal-adwa’.

O Allah! Do not grant a disbeliever any way to harm us. O Allah! We seek refuge in You from a bad decree, being overtaken by misery, the gloats of the enemies, and the pains of afflictions, and we seek refuge in You from the disliked manners, deeds, desires and diseases.


اللهُمَّ أَبْرِمْ لِهَذِهْ الأُمَّةِ أَمْرَ رُشْدٍ، يُعَزُّ فِيهِ أَهْلُ طَاعَتِكَ، وَيُذَلَّ فِيهِ

أَهْلُ مَعْصِيَتِكَ، وَيُؤْمَرُ فِيهِ بِالمُعْرُوفِ وَيُنْهَى فِيْهِ عَنِ المُنْكَرِ عِلِى

 بَصِيرَةٍ، يَا ذَا الجَلالِ وَالإِكْرِامْ.

Allahumma abrim li hadhihil-ummati amra rushd, yu'azzu fihi ahlu ta'atik, wa yudhallu fihi ahlu ma'siyatik, wa yu’maru feehi bil-ma'ruf, wa yunha fihi anil-munkari ala baseeratin, ya dhul-jalali wal-ikram.

O Allah! Grant this Ummah a guiding command, by which those who obey You are strengthened, and those who disobey You are degraded, and in which the good is commanded and the evil is forbidden with clear knowledge, O Lord of Majesty and Bounty.


اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا

 اجْتِنَابَهُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Allahumma arinal-haqqa haqqan warzuqnat-tiba'ah, wa arinal-batila batilan warzuqnaj-tinabah, bi rahmatika ya arhamar-rahimeen.

O Allah! Let us see the good as good, and bless us with following it. And show us the falsehood as falsehood, and bless us with staying away from it, with Your mercy, O Most Merciful!


اللهُمَّ وَفِّقْ إِمَامَنَا لِما تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَخُذْ بِنَاصِيَتِهِ لِلبِرِّ وَالتَقْوَى،

اللهُمَّ وَفِّقْهُ لِهُدَاك،َ وَاجْعَلْ عَمَلَهُ فِي رِضَاكَ، وَهَيِّئ لَهُ البِطَانَةَ

18 Comment(s) / Post Comment

Sunday, July 16th 2006

12:00 AM

Continuition of the du'a: Part 4

  • Mood:



اللهُمَّ وَفِّقْ إِمَامَنَا لِما تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَخُذْ بِنَاصِيَتِهِ لِلبِرِّ وَالتَقْوَى،

اللهُمَّ وَفِّقْهُ لِهُدَاك،َ وَاجْعَلْ عَمَلَهُ فِي رِضَاكَ، وَهَيِّئ لَهُ البِطَانَةَ

 الصَّالِحَةَ النَّاصِحَةَ الَتي تَدُلُّهُ عَلَى الخَيْرِ وَتُعِيْنُهُ عَلَيْهِ يَا ذَا الجَلالِ

وَالإِكْرِامِ.

Allahumma waffiq imamana lima tuhibbu wa tarda, wa khudh bi nasiyatihi lil birri wat-taqwa, Allahumma waffiqhu li hudak, waj'al amalahu fi ridak, wa hayyi’ lahul-bitanatas-salihatan-nasihah allati tadulluhu alal-khairi wa tu'inuhu alayhi ya dhul-jalali wal-ikraam.

O Allah! Enable our Imam to act by what You love and what pleases you, and lead him by his forelock to righteousness and piety. O Allah! Grant him Your guidance, and be pleased with his deeds, and grant him a guiding, righteous inner sense that guides him and helps him to what is good, O Lord of Majesty and Bounty.


وَوَفِّقْ جَمِيعَ وُلاةَ أُمُورِ المُسْلِمِينَ لِلْعَمَلْ بِكِتَابِكَ، وَاتِّبَاعِ سُنَّةِ نَبِيِّكَ

مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Wa waffiq jami'a wulata umuuril-muslimeena lil amali bi kitabik, wat-tiba'i sunnati nabiyyika sallallahu alayhi wasallam.

And enable all the guardians of the Muslims to act by Your Book, and follow the sunnah of Your prophet Muhammad peace be upon him.


اللهُمَ آَمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا، وَأَدِمْ نِعْمَةَ الأَمْنِ وَالاسْتِقْرِارِ فِي بِلادِنَا،


Allahumma aminna fi awtanina, wa adim ni'matal-amni wal-istiqrari fi biladina

O Allah! Grant us security in our lands, and continue to bless us with peace and settlement there.


اللهُمَّ مََنْ أَرادَنَا وَبِلادَنَا وَالمُسْلِمِينَ بِسُوءٍ فَأَشْغِلْهُ فِي نَفْسِهِ، وَاجْعَلْ

كَيْدَهُ فِي نَحْرِهِ، وَاجْعَلْ تَدْبِيرَهُ تَدْمِيرَه.

Allahumma man aradana wa biladina bi su’in fash-ghilhu fi nafsih, waj'al kaydahu fi nahrih, waj'al tadbirahu tadmeerah.

O Allah! Whoever wants to harm us and our lands and the Muslims, then keep them busy with their own troubles, and return their plots to their own necks, and make their plans the cause of their own destruction.


اللهُمَّ عَلَيْكَ بِمَنْ أَدْخَلَ إِلى بِلادِنا وَبِلادِ المُسْلِمِينَ المُخَدِّرِاتِ

وَالمُسْكِرَاتِ، اللهُمَّ عَلَيْكَ بِمَنْ أَدْخَلَها، اللهُمَّ عَلَيْكَ بِمُرَوِّجِيهَا،

 وَصَانِعِيهَا وَتُجَّارِها ،اللهُمَّ عَلَيْكَ بِمُهَرِّبِيها وَبائِعيها وَمَنْ أَعَانَ

عَلى اِنْتِشَارِهَا،

Allahumma alayka bi man adkhala ila biladina wa biladil-Muslimeenal-Mukhaddirati wal-muskirat, Allahumma alayka bi man adkhalaha, Allahumma alayka bi murawwijehaa, wa sani'iha wa tujjariha, Allahumma alayka bi muharribiia wa ba’iha wa man a'ana alan-tishariha.

O Allah! Destroy those who brought to our land and the land of Muslims, drugs and intoxicants. O Allah! Destroy who brought them. O Allah! Destroy those who spread them and who make them and who trade in them. O Allah! Destroy those who smuggle them and sell them and help to distribute them.


اللهُمَّ إِنْ لَمْ تُرِدْ هِدَايَةً لَهُمْ فَالْعَنْهُمْ لَعْناً كَبِيراً، اللهُمَّ إِنْ لَمْ تُرِدْ هِدَايَةً

لَهُمْ فَالْعَنْهُمْ لَعْناً كَبِيراً. رَبَّنا آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ العَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْناً

 كَبِيراً، في الدُّنْيا وَالآخِرَةِ،

Allahumma in lam turid hidayatan lahum fal'anhum la'nan kabira, Allahumma in lam turid hidayatan lahum fal'anhum la'nan kabira, rabbana atihim di'fayni minal-'adhabi wal'anhum la'nan kab'ra fid-dunya wal-akhirah.

O Allah! If You do not want to guide them, then grant them a great curse and damnation, if You do not want to guide them, then grant them a great curse and damnation, if You do not want to guide them, then grant them a great curse and damnation in this world and the next.


اللهُمَّ ارْفُعْ عَنَّا الغَلا وَالوَبَاء وَالرِّبا وَالزِّنا وَالزَّلازِلَ وَالمِحَنَ،

وَسُوءَ الفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَما بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ

73 Comment(s) / Post Comment

Sunday, July 16th 2006

12:00 AM

Continuition of the du'a: Part 5

  • Mood:




اللهُمَّ ارْفُعْ عَنَّا الغَلا وَالوَبَاء وَالرِّبا وَالزِّنا وَالزَّلازِلَ وَالمِحَنَ،

وَسُوءَ الفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَما بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ

 سَائِرِ بِلادِ المُسْلِمِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أِرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Allahummar-fa' 'annal-ghala wal-waba’ war-riba waz-zina wal-zalazila wal-mihan, wa su'al-fitan, ma dhahara minha wa ma batan, 'an biladina hadha khasatan wa 'an sa’iri biladil-muslimeen, bi rahmatika ya arhamar-rahimeen.

O Allah! Remove from us transgression, plagues, fornication, earthquakes and tests, and bad trials, both apparent and hidden…from this land of ours especially and from all lands of the Muslims, with Your Mercy, O Most Merciful!


اللهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ نَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لَنَا شَأنَنَا كُلَّهُ، وَلا

تَكِلْنَا إِلى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ ولا أَقَلَّ مِنْ ذَلِكَ

Allahumma Ya Hayyu Ya Qayyoom, bi rahmatika nastagheeth, aslih lana sha'nana kullahu wa la takilna ila anfusina tarfata aynin wa la aqalla min dhalik.

O Ever-Living! O Self-Subsisting! and Supporter of all! By Your Mercy we seek assistance, rectify for us all of our affairs and do not leave us to ourselves ever for the blink of an eye or less than that.


وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالِمِينَ ، وَصَلِّى اللهُمَّ وَسلَّمَ وَبَارَكَ عَلى نَبِيِّنَا

مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ والتَّابِعِينَ.

Walhamdulillahi rabbil-alameen, wa sallal-lahumma wa sallama wa baraka ala nabiyyina Muhammadin wa ala alihi wa sahbihi wat-tabi'een.

And all praises are to Allah Lord of the Worlds, and send Your prayers, peace and blessings on our Prophet Muhammad and on his family, companions and followers.


اللّـهُمَّ آميـــــــــــــــــــن اللّـهُمَّ آميـــــــــــــــــــن اللّـهُمَّ آميـــــــــــــــــــن


Allahumma Ameen. Allahumma Ameen. Allahumma Ameen.

O Allah! Please accept. O Allah! Please accept. O Allah! Please accept.



 

 SOURCE:

Has not the time yet come for those who believe
that their hearts should be humble for the remembrance of Allah and what has come down of the truth?
[57:16]

 

a: Full text : http://www.geocities.com/mutmainaa1/dhikr/qunut_elfasi.html

 

b: Audio recording of the dua’s recitation : http://www.geocities.com/mutmainaa1/dhikr/qunut_elfasi.html

 

c: Video-Clip: http://www.youtube.com/watch?v=y_i1QWsZsZI&search=mishary

 

~* ~* ~* ~* ~* ~* ~* ~* ~* ~* ~*

 

Bintu Yusof:

 

Salam..alhamdulilLAH, ‘ala kulli hal, may ALLAH Subahanhu wa Ta’ala grant glorius victory to ISLAM, and PEACE to UMMAH! InsyaALLAH, amiin. Saamih ni ‘ala kulli hal inni al faqiirah ila ROBBIha.

 

I am just a humble servant of ALLAH Subahanhu wa Ta’ala, 20 Jumada al Akhirah (16 July 06, Sun), New Zealand.

15 Comment(s) / Post Comment

Sunday, July 9th 2006

5:15 PM

6 Tips Ibu bapa Mendidik Anak-anak

  • Mood:

BismilLAH..

 

under the provision of ALLAH TA’ALA, insyaALLAH..

 

 

mujahidROBBI (6/13/2006 9:51:22 AM): 6 tips ibu bapa mendidik anak2 kan *muslimah

mujahidROBBI (6/13/2006 9:51:25 AM): J

 

muslimahILAHI (6/13/2006 9:51:31 AM): baiklah

muslimahILAHI (6/13/2006 9:51:34 AM): silakan

muslimahILAHI (6/13/2006 9:51:37 AM): ana mbaca

muslimahILAHI (6/13/2006 9:51:42 AM): dan ambil nota

 

mujahidROBBI (6/13/2006 9:53:38 AM): contoh dan idola yang baik-->teguran yang baik dan sesuai-->beri perumpamaan dan cerita yang tauladan-->menanam rasa takut kepada yang buruk-->menggalakkan perkara baik untuk dimiliki-->didikan@at-takdib = generasi rabbani

 

 

-17 Jumada Al Awwal 1427H (Tue)- Ismihni 'ala kulli hal, inni al faqiirah ila ROBBIha -

41 Comment(s) / Post Comment

Monday, April 24th 2006

7:45 AM

Salam Perantau dari Perantau Akhirah, Musafir Perjuangan

BismilLAH, alhamdulilLAH, wassolatu wassalamu ‘ala RasulilLAH s.a.w.

 

Assalamu’alaikum warahmatulLAHI wabarakatuh,

 

  Khassun ila hadhrati ayahanda Yusof, bonda Faridah, adinda Syukriah, adinda Najib, adinda Syahirah dan adinda Syakirah tersayang, Chuna sefamili yang dikasihi, kekanda Nor Shafriza sekeluarga yang diingati, abati Mahfuzh sefamili yang dihargai, seterusnya saudara saudari seaqeedah yang ana hormati ikhlas kerana ALLAH S.W.T.

 

Bersama kunjungan warkah eletronik ini ke kantung mel kalian, ana pohonkan do’a kehadrat Yang Maha Kuasa agar dilimpahkan kesejahteraan dan dikaruniakan pintu kemudahan (kejayaan) atas diri kita semua. Mudah-mudahan terurailah seluruh ikatan simpul (pelbagai masalah), terhapus segala kesusahan, tertunai segala hajat dan dengannya tercapailah segala maksud pada setiap kerdipan mata dan tarikan nafas kita, insyaALLAH, amiin. WalLAHU Musta’an.

 

AlhamdulilLAH, biiznilLAH,

Maka pada tika dan sa’at ini, telah dikaruniakan keringanan atas kudrat diri serta keluwesan carikan masa bagi menintakan coretan kalam berkisarkan jaulah yang telah ana sertai pada 19 dan 20hb April 2006, yang baharu sahaja sempurna perencanaannya semalam. AlhamdulilLAH. Moga ada khairnya, insyaALLAH.

 

BismilLAH..

 

19hb April 2006 (Rabu)

 

1

 

Dalam kepekatan malam, sekitar jam 3 pagi ana bersama kira-kira 10 orang Muslimah  berkumpul di foyer The Railway Campus (TRC) iaitu kediaman kami. Selama hampir sejam menantikan kehadiran 5 buah van yang dipandu oleh para ikhwah yang mana 2 buah van dipenuhi ikhwah manakala 3 lagi buah van disarati akhwat cuma, pemandu dan co-pilotnya sahaja yang ikhwah, turun dari bahagian atas bukit ke bawah bukit mengambil kami di bawah sini. AlhamdulilLAH, sekitar jam 4 pagi lebih tibalah mereka, setiap van yang kami sewa khas itu dinamakan berdasarkan nama peperangan-peperangan dalam ISLAM iaitu Badar, Uhud, Mu’tah, Yarmouk  (ikhwah) dan Qassidiyah (ikhwah).

 

              

               

           

              Mengikut perancangan setiap ahli van telah kami campur adukkan antara gagasan seniors dan juniors, dan antara wakil-wakil majlis nuqoba’, anak-anak usrah dan adik-adik pelajar yang kelihatan punya potensi dalam menyemarakkan semangat nur Islam di Nueva Zelanda ini. Berdasarkan perbilangan terkini peserta jaulah pada malam tersebut ialah seramai 26 orang ikhwah dan 24 akhowat, yang rata-ratanya berusia antara 19 hingga 23 tahun. Dan setiap peserta hanya digalakkan membawa satu back pack seorang sahaja memandangkan keluasan bagi peletakkan barangan tiadalah seberapa.

 

            Berdasarkan keputusan yang telah dibuat, ana ditempatkan dalam van UHUD bersama amir majlis nuqoba’ selaku driver van dan seorang ikhwah yang juga junior kami selaku co-pilotnya, selebihnya barisan akhowat yg terdiri daripada amirah majlis nuqoba’, seorang lagi ajk akhwat tertinggi majlis nuqoba’ yang juga kami gelarkan sebagai majlis syura Auckland (MSA), 3 orang anak usrah dan 2 orang lagi yang bukan ahli usrah. AlhamdulilLAH, segala-galanya khair.

 

2

 

Destinasi pertama yang ingin ditujui ialah Cape Reinga yang terkenal sebagai bahagian paling atas atau penghujung kepulauan utara NEW ZEALAND dan Te Paki Sand Dunes (gurun pepasir pantai) yang terletak di penghujung 90 miles beach. Perjalanan daripada Bandar Auckland menuju ke bahagian atas kepulauan Utara, amatlah di luar jangkaan ana. Ia bukannya seindah dan selapang yang disangka, jalan-jalannya ibarat ular kena palu, di tambah pula dengan turapan jalan yang tiada sempurna di sebahagian kawasan-kawasannya memandangkan NEW ZEALAND begitu mementingkan pengekalan bentuk muka bumi semulajadinya. Melalui cerunam-cerunam bertebing tinggi, amatlah mendebarkan dengan keluasan jalannya tiadalah seberapa , pada mulanya ana menyangkakan amir memandu kelampauan lajunya dan tiada berhemah kerana kami di belakang ini terhuyung hayang geraknya d dalam van, namun rupa-rupanya tidaklah sedemikian insyaALLAH, pada hemah ana barangkali kerana struktur geografi muka buminya memaksa keadaan sedemikian berlaku biiznilLAH. Rasanya ibarat menaiki roller coaster, ada juga yang ibarat melalui jalan-jalan berkerikil jua tanah tak berturap sebagaimana jalan-jalan di kampung ana semasa ana masih kecil atau di mana-mana desa terpencil di tanah air pada suatu masa dahulu.

 

            AlhamdulilLAH, di sebalik ketidak selesaan itu, biiznilLAH, kami diberikan nikmat panorama (scenic view) pemandangan yang indah nian sepanjang perjalanan, yang ditatapi di sebalik cerminan van yang nyatanya tiada terungkap dek perkataan. Di kala itu, kalimah ucap puji2an bagi ROBBUL ‘Aalamiin tak lekang membasahi ulasan bibir, menyusupi strata sukma dan membiasi kotak fikiran insani. Langit nan membiru, muka ‘alam nan menghijau, lautan nan luas terbentang, flora dan fauna ciptaan-NYA, nyata tiadalah dapat ditandingi tatapan sendiri oleh mata karuniaan ILAHI  ats diri berbanding apa yang kami rakamkan dalam kamera-kamera kami; jauh sekali bezanya. Lagi indah penyaksian dengan mata sendiri apatah lagi apabila citra kesyukuran menerjah sanubari jika nak banding dengan tatapan kaku pada foto-foto yang kami ambil, tiadalah tolok bandingnya, begitulah betapa hebatnya KUASA TUHAN, Penguasa Seluruh ‘Alam, subanalLAH, alhamdulilLAH, walailahailla ALLAH, ALLAHu Akhbar!!!

 

3

 

Entah mengapa semalamannya hati ini terlalu memberati pundak untuk menyertai jaulah ini. AlhamdulilLAH, seingatan ana, setiap kali hati ini diberatkan untuk ke mana-mana, biizinilLAH, pastinya ada sesuatu yang kurang enak bakal terjadi sama ada kecil atau besar hanya DIA YANG MAHA MENGETAHUI. AlhamdulilLAH, setakat ini ana masih dikaruniakan kesempatan untuk meneruskan perantauan ana ke akhirah d samping mengumpul bekalan yang entah kan bila bakal mencukupi sebelum menghadapa ILAHI, walLAHU ‘Aarifiin. Nyatanya, banyak juga dugaan yang telah kami tempuhi sepanjang langsungnya urusan ini, dengan dugaan struktur muka buminya, pemanduan yang ada kalanya ibarat hampir di luar kawalan malah ramai juga di kalangan peserta yang mengalami mabuk-mabuk dan muntah-muntah sepanjang perjalanan kerana ketidak dapatan penyesuaian diri pada keadaan yang sedemikian rupa, bahkan kami juga beberapa kali sesat jalan dan ada di antara van konvoi yang terpecah hinggalah kami bersatu kembali, mujurlah adanya para ikhwah yang ramai. Nyatanya tiada salahlah, biiznilLAH, kelebihan yang ALLAH kurniakan pada mereka banyak membantu mententeramkan suasana kerana mereka lebih cekap dalam hal ehwal begini apatah lagi dalam keterasingan di tempat orang dan akhirnya sampailah kami ke destinasi yang kami rancang untuk tujui dengan sempurnya, alhamdulilLAH.

 

4

 

Buat makluman semua, apabila tiba di dua persimpangan kira-kira jam 1 petang, yang mana sebelah kanannya menuju ke Cape Reinga manakala di sebelah kirinya menuju ke Te Paki Sand Dunes, kami telah mengambil keputusan untuk membawa arah haluan masing-masing. Yang mana para ikhwah mengambil alih dan memenuhi 3 buah van, manakala akhowat mengambil alih 2 buah van, bagi mngelakkan pertembungan dan percampuran semasa beraktivitas dalam satu kawasan nanti. Maka alhamdulilLAH, pihak ikhwah melepaskan kami pergi dan memandu 2 buah van tadi oleh kami menuju ke Cape Reinga, manakala mereka teruskan ke Te Paki Sand Dunes, dan kami berjanji untuk berkumpul kembali di tempat kami berpecah tadi sekitar jam 3.30 ptg. Maka berlalulah kami ke Cape Reinga, yang memakan masa hampir 45 minit dengan jalanan yang berbukit bukau dan jalan yang tidak berturap serta bercerunam tinggi juga. Syukurlah, rasa-rasanya tak perlulah ana gambarkan akan gelagat pemanduan akhowat dan para penumpangnya di sini, cukuplah ana nyatakan meskipun perjalanan agak mencabar dan mendebarkan namun syukurlah kami selamat tiba ke destinasi tersebut.

 

    

                               

 

 

            Perkara pertama yang kami lakukan ialah makan tengah hari berjamaah dalam talam besar bermenukan makoroni goreng bersama air kosong di cerunam, usai itu kami menunaikan solat jama’ dan qasar (zohor & ‘asar) secara berjemaah di tempat yang sama berlapikkan hamparan kain yang telah kami siap bekalkan dari Auckland, kemudiannya tazkirah petang buat semua sebelum setiap orang dibenarkan membuat aktiviti sendirian berhad umpamanya mengambil gambar, mendaki bukit dsb. SubahanalLAH, Maha Suci Tuhan, rupa-rupanya selain menjadi tumpuan sebagai tempat paling hujung bagi kepulauan Utara NZ, Cape Reinga juga menjadi tempat pertembungan arus dua lautan iaitu Lautan Tasman dengan Lautan Pasifik. Sayup dari atas bukit ana menyaksikan gelodak pertembungan 2 arus tersebut dari dua arah lautan kiri dan kanan, masyaALLAH, betapa MAHA KUASA TUHAN menciptakan segala-galanya. Satu fenomena yang amat unik sekali untuk disaksikan oleh hamba-NYA ini yang nyatanya tiada seindah imej kaku yang ana ambil dengan kamera sendiri. WalLAHU ‘Aalimin.Syukran lilLAHI TA’ALA, atas karuniaan peluang yang akan diri ini hargai selamanya, insyaALLAH.

 

5

 

 Tepat jam 3.30 ptg kami bertukar destinasi dengan ikhwah, kali ini giliran kami ke Te Paki Sand Dunes , manakala ikhwah pula ke Cape Reinga.   Ikhwah memindahkan sandboards ke van kami untuk kami gunakan nanti d sana. Maha Suci Tuhan, Ya ALLAH, entahlah tak tercari apakah kalimah yang sesuai untuk ana gambarkan perasaan ini apabila menatap keagungan ILAHI ini. Gurun pasir di bumi NEW ZEALAND, ibarat benar-benar menjejakkan kaki di bumi Mesir, nampaknya TUHAN lebih dahulu memberikan ana nikmat merasai kembaraan tanpa alas kaki merentasi padang pasir dan mendaki permukaan berbukit ini di NEW ZEALAND dan bukannya di mana-mana tanah ‘Arab. SubahanalLAH, alhamdulilLAH, dapatlah merasakan suasana berada di padang pasir, ana memanfaatkan sepenuh masa melihatkan karenah rakan-rakan muslimah dan adik-adik bermain sand boarding, iaitu bermain papan luncur dari puncak bukit berpasir itu lantas menggelungsur ke kaki bukit. Seronok sakan mereka, terdetik jua dalam hati ini, apakah di kala kegembiraan ini kalian menjengahkan sama kalimah kesyukuran pada YANG ESA, apakah dibasahi bibir mungil kalian dengan zikrulLAH dan solawat buat junjungan nabi Muhammad s.a.w., insyaALLAH, do’a dan harapan ana, mudah-mudahan rakan-rakan dan adik-adik takkan alpa akan ia.

 

                    

 

            Teringin juga ingin mencuba, namun bila mengenangkan nasihat ayah bonda juga sahabat agar berpada-padalah dalam beraktiviti, ada khairnya nasihat mereka buat ana, selaku Muslimah ana perlu benar-benar menjaga kesejahteraan diri ana, andai terlalu ghairah mengikut rentak rasa hati, dikhuatiri sesuatu yang tidak diingini pula bangkal menjengah kudrat yang sedia lemah dan lembut ciptaanya ini, naudzubilLAH. Banyak yang nak kena ana ambil perhati dan jaga demi hari ini dan masa depan. Maka hasrat itu dipendamkan sahaja, alhamdulilLAH, tiada penyesalan dirasai sebaliknya sesayu manisan hikmah menyelimuti qalbi, kerana ana yakin setiap sesuatu itu pasti ada hikmahnya, di samping memerhatikan keletah mereka meluncuri bukit pepasir dari atas ke bawah, daki lagi ke atas, luncur lagi ke bawah, perlumbaan kelajuan luncuran sesama kenderai mereka, mencari cenuram yang lebih mencabar, ana manfaatkan jua masa bersama seorang adik berjalan-jalan di sekitar gurun pasir nan luas terbentang sambil merenung kebesaran ILAHI, sama-sama membutirkan zikrulLAH juga sempat bergambar dan mengambil gambar.

 

            Kemudiannya kami berhenti seketika, mendudukkan diri di permukaan gurun lantas bicara tazkirah, sedikit pengongsian dibutirkan buat penghayatan, peringatan dan pengongsian manfa;at bersama, agar tiadalah masa berlalu dengan sia-sia semata. Tidak beberapa lama kemudian beberapa orang lagi menyertai kami, seusai itu kami menujui oasis dan menikmati keindahan ciptaan YANG ESA di sana, mengharungi lopak air itu, sejuk rasanya namun bezanya tiada hidupan umpama ikan berenang-renang di dalamnya, kosong semata, sebagaimana paparan oasis di mana-mana gurun pasir sebenar dalam dokumentari National Geographic. Sebentar ana alihkan pandangan ke kemuncak gurun yang agak tinggi, ya ALLAH, ada juga rakan-rakan muslimah dan adik-adik yang memberanikan diri meluncur di tebingan yang lebih curam itu, kalimah istighfar dan doa mula meniti bibir, bagaimana sanggup mereka mendaki setinggi itu apatah lagi memberanikan diri untuk beraktivitas sedemikian risikonya, seorang adik meluncur turun di ikuti senior, astaghfirulLAH, ia bergolek-golek, lantas terhenti di pertengahan, memegang kepala lantas menjerit ‘sakit’, apakan daya ana, takkan ana ingin berlarian sepantas kilat mendaki bukit sana, maaf, hanya TUHAN YANG BISA MENGERTIKAN sejauh mana daya ana. Syukurlah, rupa-rupanya kepalanya mengalami kegoncangan seketika akibat hunjanam golekan tadi, sakit dan bingit yang dirasai sekelumit cuma. AlhamduliLLAH, tiadalah yang layak menerima pujian selain ROBBI, syukurlah tiada apa-apa kecelakaan yang parah menimpa mana-mana antara kami pada hari itu. Syukran lilLAHI TA’ALA.

 

6

 

AlhamdulilLAH, usai aktiviti sekitar jam 5.30 ptg kami menuju ke tempat perpisahan kami dgn ikhwah tadi dalam pada itu kami bersama-sama mengalunkan bacaan al mathurat dalam van sepanjang perjalanan,usai itu baharulah diputarkan kembali kaset naysyid dalam van, alhamdulilLAH. Hampir jam 6 petang baharulah ikhwah sampai, maka berkonvoilah kami menuju ke 90 miles beach, rancangnya nak melihat matahari terbenam. Namun, ALLAH itu MAHA MENGETAHUI segala perancangan, hajat tiada kesampaian kerana hari sudah mula gelap, maklumlah sekarang musim luruh, lagilah cepat gelap menyelimuti ‘alam biiznilLAH. Ditaqdirkan ALLAH, jalanan-jalanan kami tiada berterangkan tiang-tiang lampu, hanya cahaya daripda lampu-lampu depan van menyimbahi jalan, destinasi seterusnya ialah mencari tempat penginapan yang letaknya di sebuah tempat bernama Paihia. Sekali lagi kami diuji, perjalanan nak menuju tempat penginapan pun memakan masa yang lama sebab dalam 3, 4 kali juga kami tersesat jalan di tambah pula dengan labuhan malam yang makin memekat sejajaran dengan peredaran masa. Mujurlah ada van-van bawah kendalian para ikhwah yang mengapiti kedua-dua van yang dipandu akhowat sepanjang perjalanan malam tersebut.

           

               

 

            Akhirnya, biiznilLAH, sampailah kami di destinasi tersebut. Seterusnya sekali lagi ujian ILAHI atas kami, lauk ayam masak kicap yang pihak akhowat masakkan sedari Auckland telah hampir basi, maka kami tiadalah mahu mengambil sebarang risiko yang bisa membawa kemudharatan pada diri. Akibatnya pada malam itu kami Cuma berlaukkan nasi putih, ayam goreng dan sos tomato, dan seperti biasa sepanjang jaulah adalah resmi makan dalam talam secara berjemaah, biar apa pun syukurlah, sekurang-kurangnya kami masih punya santapan, ini jauh lebih baik jika nak diperbandingkan dengan saudara mara kita yang tiada punya apa-apa juadah waima sesudu nasi atau secebis roti di medan peperangan umpamanya saudara/ri seaqeedah yang dalam pelarian, walLAHU ‘Alam. Mengenangkan hakikat seorang lelaki, akibat hempasan keringat dan rembesan tenaga yang nyatanya lebih giat berbanding muslimat sepanjang perjalanan, maka kami lebihkan bahagian makanan buat ikhwah, mudah-mudahan khair, insyaALLAH.

 

            Sekali lagi suasana yang kurang menyelesakan menduga kami, bilik-bilik ikhwah letaknya di bahagian bawah manakala bilik-bilik di mana diamnya akhowat di bahagian muka bumi atas yang mana lebih tinggi sedikit. Maka perlulah menjaga serapi mungkin, langsir-langsir ditarikkan menyelimuti sliding door dan cerminan-cerminan besar hadapan, bahkan ada antara ikhwah dah mula menyampaikan teguran pada wakil muslimat akan perkara ini atas sebab-sebab yang munasabah bagi mereka di bawah sana. AlhamdulilLAH, insyaALLAH segala-galanya terjaga. Seterusnya didapati tandas wanita termasuklah pintu masuknya sendiri letaknya menghadap penginapan ikhwah, manakala begitulah sebaliknya bagi tandas lelaki lebihan menghadap ke arah penginapan kami.  Ini MESTI DIJAGA, dan alhamdulilLAH, insyaALLAH, khair.  Manakala penutup segala ialah solat, mandi manda dan akhirnya tidur di samping ada sekali sekala tergiang-giang di telinga bunyi hurungan nyamuk-nyamuk, namun syukurlah lena, alhamdulilLAH.

 

 

 

20 hb APRIL 2006 (Khamis)

 

1

 

            Sekitar jam 7 pagi kami telah  berkumpul dan bertolak ke Bay of Islands yang mana letaknya agak jauh juga dan memakan hampir 2 jam perjalanan. Dugaan berikutnya, ialah d pertengahan perjalanan tersebut tayar van Mu’tah, bermasalah, jika hendak dikatakan meletup pastinya sudah tergelincir van dari jalan raya, naudzubilLAH, tp daripada apa yang ana pasti, para akhowat yang menaiki van itu mnyatakan mereka mendengar bunyi seperti tayar diseret kemudian berbau hangit, sedar-sedar van sudah dihentikan, nyatanya tayar telah kempis, barangkali kehabisan angin, walLAHU’Alam. AstaghfirulLAH, bagaimana tiada dipastikan dahulu segala2nya sebelum berlepas tadi? WalLAHU Musta’an. Apa yang dapat ana pastikan seorang demi seorang ikhwah turun membantu, manakala para akhowat dalam van Mu’tah dipindahkan ke van yang lain bahkan ditempatkan ke van ikhwah iaitu van Yarmourk. Manakala ikhwah di van Yarmouk beralah ke van Mu’tah yang bermasalah tadi. 2 orang ikhwah mengambil alih van Yarmouk, maka kami diarak pergi dahulu sementara itu hanya 1 van yang ditinggalkan di belakang sementara menanti proses pembaikan padanya, justeru tinggalah sekelompok ikhwah d belakang.

 

2

 

        AlhamdulilLAH, selamatlah kami sampai ke Bay of Islands. Di mana kami meluangkan masa seketika membeli cenderamata dan ole-ole untuk di bawa pulang. Syukur alhamdulilLAH, ikhwah yang terkemudian tadi telah selamat sampai juga akhirnya. Usai itu untuk aktiviti pada hari itu, kami berpecah lagi bagi mengelakkan percampuran antara ikhwah dan akhowat. Ikhwah memilih aktiviti berkayak maknanya aktiviti laut, manakala para akhowat menuju ke kawasan Bush & Bike  Adventures, untuk aktiviti lasak seperti menunggang kuda dan quad bike iaitu 500cc 4-wheel farm bikes, nyatanya aktiviti di kawasan hutan di kawasan hutan dan gunung seluas 155 acre (http://www.bushnbike.co.nz/aboutus.html). Maka para ikhwah melepaskan kami memandu 2 van ke sana dan kami akan berkumpul sekitar jam 3.30 petang, di mana mereka akan datang mengambil alih van kembali daripada kami di Bush & Bike.

 

                     

 

            AlhamdulilLAH, asalnya hajat di hati yang sememangnya telah sekian lama dipendamkan dalam hati sedari di Malaysia dahulunya ingin menunggang kuda, mengharungi denai-denai dan melewati kawasan permukaan berbukit bukau dalam hutan tersebut, namun alhamdulilLAH, sekali lagi ingatan pada orang tua dan atas nasihat dan bicara pandangan seorang sahabat ana bataskan kemahuan diri. InsyaALLAH, tiada sekelumit penyesalan membumbui diri, kerana ana yakin pasti ada sebabnya di sebalik semua itu, khuatir juga jika jatuh nanti tanpa orang tua di sisi, dan mengalami apa-apa kecederaan yang bisa memudharatkan kesejahteraan diri masa kini dan depan, naudzubilLAH. AlhamdulilLAH, dalam keasyikan sohabat-sohabat muslimat beraktiviti lasak, ana bersama seorang adik mengambil keputusan mengisi masa-masa sepanjang di sana dengan berjalan-jalan sekitar hutan, mengharungi anak-anak sungai, bersama-samanya kami menikmati keagungan ciptaan ILAHI, sambil tak henti-henti melantunkan seucap tama puji-pujian bagi-NYA, di samping bergambar dan mengambil gambar.

 

            Selepas melewati beberapa permukaan berbukit, melihat lembu-lembu meragut rumput di padang nan hijau dan mengharungi 2 anak sungai (tanpa alas kaki), kami mengambil keputusan berehat dan melabuhkan duduk di tebing anak sungai sambil merendamkan kedua-dua belah kaki kami di dalam anak sungai tersebut.  Di kala itu kitab kecil Majmu Syarif Kamil dibuka, lantas bersama-samalah kami mengalunkan selawat Badriyyah dengan penuh penghayatan. Selepas itu kami lantunkan pelbagai alunan zikrulLAH dan selawat atas nabi Muhammad s.a.w., diikuti pula dengan laguan nasyid-nasyid yang sedikit sebanyak mengimbau suka duka dalam kehidupan. AlhamdulilLAH, sempat juga berkongsi bicara tazkirah bersama anak kecil itu, syukran lilLAHI TA’ALA, betapa indah perancangan TUHAN, sesungguhnya setiap satu peristiwa itu tiadalah langsungnya sia-sia semata. ALLAHUAKHBAR!!!  Tiba-tiba kami dikejutkan pula dengan bunyi handphone ana, panggilan daripada urusetia jaulah, agar kembali segera memandangkan kunci van Uhud ada pada ana dan ada di kalangan mereka yang sudah selesai beraktiviti maka mahukan persalinan. Maka bergegaslah kami pulang ke tempat parking van, melewati 2 anak sungai tadi kembali. Dari jauh kelihatan, van-van ikhwah telah sampai, mujurlah ana tiada basah kuyup, cuma kaki kain ana sahaja kelihatan basah, syukurlah, tiada apa-apa kemudaratan insyaALLAH. Nampaknya ada di kalangan ikhwah yang membatalkan hasrat untuk berkayak, oleh kerana itu mereka sampai awal daripada masa yang dijanjikan, yang mana masih ada segelintir akhowat masih belum selesai beraktivitas. Ada juga kelihatan agak berang atas kejadian yang tak sepatutnya dan di luar jadual ini, namun ALLAH itu MAHA MENGETAHUI akan segala-galanya, syukur alhamdulilLAH, segala-galanya aman tiadalah sebarang persengketaan terletus antara kedua-dua pihak.

 

            Seterusnya kami menjamu santapan tengah hari iaitu meehon goreng secara berjamaah di tebing sungai, manakala bg ikhwah pada hemah ana barangkali sudah terlebih dahulu menikmatinya di pantai sana, walLAHU’Alam. Habis makan, maka solat berjemaah pula kami sesama akhowat di tebing sungai tadi.  Berbalik tentang ikhwah, sebagai galang ganti bg aktiviti kayak mereka pun mngambil kputusan berjalan-jalan dan meneroka kawasan hutan tersebut sebagaimana yang telah ana dan seorang adik perbuatkan sebelumnya, syukurlah kami telah sempurnakan ia terlebih dahulu, jk tidak pastinya kami berdua telah bertembung dengan segerombolan ikhwah tadi ketika sedang menghabiskan masa di anak sungai itu, naudzubilLAH. AlhamdulilLAH, sesungguhnya ALLAH TA’ALA itu Maha Bijaksana Mengaturcara segala urusan. Syukran lilLAHI TA’ALA.

 

3

 

               

 

        AlhamdulilLAH, selesai segala urusan lewat 5 petang, maka baharulah kami bertolak pulang kembali ke Auckland. Penat dan lelah, usahlah diceritakan lagi, namun syukurlah biiznilLAH sempurna seudah segala-galanya, sekitar hampir jam 11 setengah malam maka, tibalah ana di kediaman pelajar, TRC.  Biarpun ada beberapa destinasi yang tiada sempat dilawati ekoran kesuntukan masa disebabkan kerap kali mengalami sesat jalan ditambah juga beberapa urusan yang melangkaui penjadualan asal, walLAHU ‘Alam, namun alhamdulilLAH, insyaALLAH, do’a dan harap ana jaulah kali ini bukanlah ibarat satu kembara yang kosong semata, yang akhirnya hanyut dibawa angin lalu tanpa mengesani mana-mana jiwa insani, sebaliknya jadilah ia persis kajangan nota yang akhirnya bakal dirangkum bersama membentuk jilidan yang bakal di tempatkan pada gedungan ilmiah buat manfa’at diri juga Ummah baik kini dan akan datang, walLAHU Ta’ala ‘Alam.

 

 

AlhamdulilLAH,

  Demikianlah sedikit sebanyak coretan kalam yang dapat ana larikkan pada warkah eletronik kali ini buat tatapan ayah bonda dan adinda-adinda tersayang, Chuna juga kekanda Shafriza sefamili yang diingati, abati sekeluarga yang dihargai seterusnya ikhwah wa akhowatil fadhilah. Kemaafan ana pohon atas sebarang kekurangan & kelemahan pada bicara kalam ana ini; memandangkan ana sendiri berkejaran masa untuk beberapa urusan lagi, walLAHU 'Aalimin, asifi.

 

 

  Semoga gebyar jihad Islamiyyah akan terus gah berkibaran di jiwa kita semua juga Umat Islam seluruhnya, insyaALLAH. Salam perjuangan berpanjangan…insyaALLAH selagi kudrat insani tidak gugur menyembah bumi.

 

 

Akhirul kalam..

Dalam melaksanakan sesuatu perkara, JANGAN sampai ALLAH S.W.T. membenarkan apa yang kita lakukan dalam keadaan DIA MEMBIARKAN.

 

Dzikir dan fikirlah kehadrat YANG SATU!!!

 

 

Sammihni ‘ala kulli hal.

 

JazakumulLAHU khairal jaza’ wa waffaqaqalLAH.

 

 

Kun sa’idan fi dunniya wal akhirah, insyaALLAH, amiin.

 

 

WabilLAHI taufiq wassalamu’alaikum warahmatulLAHI wabarakatuh

 

 

 

al faqiirah ila ROBBI,

Syahidah Sofia bintu Yusof

24 Raby al Awwal 1427H (Sabtu)

TRC, Downtown, Auckland, NZ.

47 Comment(s) / Post Comment

Tuesday, February 21st 2006

4:08 PM

Belajar daripada Kisah Hasan al-bashriy :“ Jangan Menjadi Lilin / Umpama Lilin”

MUQODDIMAH - bagi -->

 

Diskusi

Belajar daripada Kisah Hasan al-bashriy : - Menerokai perhubung kaitan antara kisah al Hassan berkait ‘Keutamaan Pembebasan Hamba” dengan kata bidalan “ Jangan Menjadi Lilin / Umpama Lilin”

 

BismilLAH, alhamdulilLAH,

 

Assalamu’alaikum warahmatulLAHI wabarakatuh,

 

Khassun ila hadhrati ikhwah wa akhowatil fadhiLAH,

 

Dido’akan kehadrat ALLAHU ROBBI, mudah-mudahan senantiasa berada dalam keberadaan dan ‘afiyah nikmat IMAN wal ISLAM, insyaALLAH.

 

Sebagaimana yang telah ana maklumkan pada laman utama situs milik ana iaitu di link Perantau Akhirah, Musafir Perjuangan (http://syahiditusuci.blogspot.com), janji seorang MUSLIM pada saudara saudari seaqeedahnya terlestarilah sudah sebagaimana berikut:

 

Disertakan hasil diskusi ana bersama para ustaz dan saudara seaqeedah dalam mendapatkan kejelasan akan perkaitan bidalan “jangan jadi umpama lilin” dengan mesej yang cuba disampaikan dalam kisah al hassan tadi.

 

Perhatian!Ini adalah hasil suara pandangan individu, harap hormati dan jaga kemashalatan sesama Muslim bersaudara filLAH. ID asal para ustaz tidak dipaparkan atas sebab-sebab yang munasabah. WalLAHU’alam.

 

Moga ada khairnya, insyaALLAH.

 

23 Comment(s) / Post Comment

Tuesday, February 21st 2006

4:07 PM

Perbincangan 1 – Bersama Saudara Sulaiman min Malaysia

syahiditusuci (2/19/2006 8:02:19 AM): BismilLah alhamdulilLah, assalamu'alaikum warahmatulLahi wabarakatuh, asifi ya akh filLah ana mengambil masa AKH filLAH sebentar, ada satu persoalan yang ana perlukan perungkaian dan penghuraian. Apa bolehkah? Atau barangkali akh filLAH punya urusan? Jika demikian tiada mengapalah, ana akan cuba fikirkan ia lagi, hinggalah ketemu jawapan, walLAHU'alam.

 

syahiditusuci (2/19/2006 8:02:39 AM): BarakalLAH!

sulaiman (2/19/2006 8:02:48 AM): wassalam,.

sulaiman (2/19/2006 8:02:50 AM): silakan..

syahiditusuci (2/19/2006 8:03:03 AM): baiklah, alhamdulilLAH, syukran kathiron

syahiditusuci (2/19/2006 8:03:24 AM): bgini, ana sdg cuba mengintepretasikan perbidalan sebatang lilin

syahiditusuci (2/19/2006 8:03:37 AM): daripada tadi ana fikirkan sampai sekarang ana masih kesamaran

syahiditusuci (2/19/2006 8:03:41 AM): buat makluman akh

syahiditusuci (2/19/2006 8:04:02 AM): ana cuba mencari perhubung kaitan antara kisah al hassan al basriy

syahiditusuci (2/19/2006 8:04:08 AM): berkait pmbebasan hamba

syahiditusuci (2/19/2006 8:04:26 AM): dengan kata bidalan "jangan menjadi lilin"

syahiditusuci (2/19/2006 8:04:38 AM): ana faham mesej yang cuba dsampaikan

sulaiman (2/19/2006 8:04:59 AM): apa yng nti faham..

syahiditusuci (2/19/2006 8:05:01 AM): tp ana masih kekaburan akan bagaimana nak jelaskan lilin dgn cerita ini

syahiditusuci (2/19/2006 8:05:24 AM): sblm itu enta tahukah akan cerita ini?

sulaiman (2/19/2006 8:05:35 AM): tak..

syahiditusuci (2/19/2006 8:05:41 AM): baiklah

syahiditusuci (2/19/2006 8:05:46 AM): ana cuba ringkaskan

sulaiman (2/19/2006 8:05:48 AM): kongsi dgn ana,,

syahiditusuci (2/19/2006 8:05:50 AM): ya

syahiditusuci (2/19/2006 8:06:14 AM): bgini, pada suatu masa al hassan al basriy dikunjungi sekumpulan hamba drp kota basrah

syahiditusuci (2/19/2006 8:06:31 AM): mrk meminta al hassan mnyampaikn khutbah ttg pmbebasan seorg hamba

…………………………..

 

* maka ana pun meneruskan penceritaan tersebut sampailah habis

 

sulaiman (2/19/2006 8:13:23 AM): oo,,

sulaiman (2/19/2006 8:13:59 AM): maksud, surah al-saff ayat ke dua..

syahiditusuci (2/19/2006 8:14:12 AM): na'am, ahsanta!

sulaiman (2/19/2006 8:14:25 AM): nti rujuk la//

syahiditusuci (2/19/2006 8:14:33 AM): . Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?

syahiditusuci (2/19/2006 8:14:38 AM): ya, benar

syahiditusuci (2/19/2006 8:15:02 AM): jadinya pd ksimpulan cerita td

syahiditusuci (2/19/2006 8:15:20 AM): dinasihatkan agar 'jangan menjadi seperti lilin"

syahiditusuci (2/19/2006 8:15:29 AM): ini yg tgh ana fikir2kn

syahiditusuci (2/19/2006 8:15:32 AM): drp td

syahiditusuci (2/19/2006 8:15:41 AM): apa perkaitan dan phuraian yg munasabah

syahiditusuci (2/19/2006 8:15:52 AM): utk ana terangkan pada awlawiyat

syahiditusuci (2/19/2006 8:16:44 AM): lihat, benar bukan jika ana kata mesej cerita itu mudah kita fahami

syahiditusuci (2/19/2006 8:16:57 AM): tp jika nak di intepretasi perbidalan td dgn cerita

syahiditusuci (2/19/2006 8:17:00 AM): amatlah sukar

sulaiman (2/19/2006 8:17:05 AM): oo.

sulaiman (2/19/2006 8:17:35 AM): pada pendapat ana..

syahiditusuci (2/19/2006 8:17:42 AM): ya, ana dah cuba mencari phuraian , dan mmikirkan karangan ayat yg sesuai, tp masih..

syahiditusuci (2/19/2006 8:17:47 AM): apa pendapat enta?

sulaiman (2/19/2006 8:18:58 AM): ia berkaitan dengan keadaan,,masa too

syahiditusuci : maaf, ana kurang jelas

syahiditusuci : boleh huraikan sedikit

sulaiman  : andai kata,.. kita menolong orang pada ketika to.. and dalam masa yng sama menyebabkan kewajipan, amanah dan tangguh jawab kita xdapat dilaksanakan,,,

sulaiman: yang mana lebih aula..

syahiditusuci : sbentar ana kena fikirkan betul2

syahiditusuci : dan fahami

syahiditusuci : maknanya, ibarat lilin

syahiditusuci (2/19/2006 8:23:56 AM): lilin menerangi secarik ruangan gelap,

syahiditusuci (2/19/2006 8:24:33 AM): dan dalam diam ia mlelehkan dirinya sendiri., lantas berakhir, kehabisan tanpa bawa apa2 manfa'at pada dirinya

syahiditusuci (2/19/2006 8:24:55 AM): hingga dirinya musnah

syahiditusuci (2/19/2006 8:25:02 AM): atau ana salah?

sulaiman (2/19/2006 8:25:24 AM): nti dapat faham tak,. maksud ana,,

syahiditusuci (2/19/2006 8:25:56 AM): faham

sulaiman (2/19/2006 8:29:04 AM): lilin.

sulaiman (2/19/2006 8:29:10 AM): maksudnya..

sulaiman (2/19/2006 8:29:37 AM): pernah tengok tak,,, nyalan lilin dalam gelap..

syahiditusuci (2/19/2006 8:30:04 AM): mestilah pernah, waktu tak ada bekalan eletrik

sulaiman (2/19/2006 8:30:05 AM): ana faham 2 kesimpulan,, maksud lilin too.

sulaiman (2/19/2006 8:30:40 AM): nyalaan dia macam mana?,,, gelap kan.. kat tengah,,

syahiditusuci (2/19/2006 8:30:44 AM): ya

syahiditusuci (2/19/2006 8:30:55 AM): kemudian?

sulaiman (2/19/2006 8:31:52 AM): maksudnya,, memberi cahaya.. ( kesenangan pada org lain) sedangkan dia terpaksa,, bergelap..

sulaiman (2/19/2006 8:31:59 AM): dlm kesusahan,,

sulaiman (2/19/2006 8:32:15 AM): samakan,,, dlm cite tadi...

sulaiman (2/19/2006 8:33:19 AM): sekirannya,, dibebaskkan,, hambanya pada ketika itu,, sedangkan,, ia amat diperlukan pada masa too..

sulaiman (2/19/2006 8:33:57 AM): sehinggakan kerja to,,,selesai,,

sulaiman (2/19/2006 8:34:16 AM): kesimpulan,, yng 2

syahiditusuci (2/19/2006 8:34:43 AM): ya, teruskan..

sulaiman (2/19/2006 8:34:50 AM): apa yng jadi pada lilin,,sekiranya dia menyala?

syahiditusuci (2/19/2006 8:35:02 AM): dia membakar dirinya sendiri, mencair

syahiditusuci (2/19/2006 8:35:18 AM): dan meleleh

syahiditusuci (2/19/2006 8:35:28 AM): akhirnya habis

sulaiman (2/19/2006 8:35:59 AM): yup,,

sulaiman (2/19/2006 8:36:41 AM): untuk memberi cahaya pada org lain,, dia mengorbankan dirinya,,

syahiditusuci (2/19/2006 8:37:01 AM): jadinya?

sulaiman (2/19/2006 8:39:00 AM): kesimpulan,, yng ana faham ni,, fokus pada cite tadi ye,,,

sulaiman (2/19/2006 8:39:36 AM): nti,, bkn dlm bentuk,, umum ye,,,]

syahiditusuci (2/19/2006 8:41:00 AM): tp akh filLah, apa yg ana dapat drp cerita td, pada pmahaman ana, selaku seorg da'ie atau mu'alim, kita tidak patut hanya pandai berhamburan kata2 mngenai amar ma'ruf nahi mungkar tp lestarikan juga pada perbuatan sbb kita selaku model atau ikutan atau panduan masyarakat, sbb itu al hassan cuba dapatkan hamba dulu, manfa'atkan ia (kira2nya experience rasa ada hamba-suruh hamba), then baru lepaskan , next sampaikn khutbah, bila sa'at dia sampaikn khutbah itu tnyata dia juga tlh pbuat apa yg dsampaikn, iaitu mbebaskan hamba

syahiditusuci (2/19/2006 8:41:29 AM): itu apa yg ana dapat

syahiditusuci (2/19/2006 8:41:54 AM): betulkan ana jika ada yg kurang atau silap

sulaiman (2/19/2006 8:42:45 AM): betul... tp.. maksud tersirat pasal lilin,,,'

syahiditusuci (2/19/2006 8:42:54 AM): ya, itu yg sukar bg ana

syahiditusuci (2/19/2006 8:43:00 AM): macam mana nak kaitkn

sulaiman (2/19/2006 8:43:31 AM): memanafaatkan adalah berbeza dengan memerlukan,.

sulaiman (2/19/2006 8:44:10 AM): tadi dicitekan dia memerlukan..

syahiditusuci (2/19/2006

0 Comment(s) / Post Comment

Tuesday, February 21st 2006

4:06 PM

Sambungan --> Perbincangan 1 – Bersama Saudara Sulaiman min Malaysia

syahiditusuci (2/19/2006 8:44:21 AM): ya

syahiditusuci (2/19/2006 8:44:58 AM): al hassan mmerlukan hamba itu utk mbantu nya dlm mnguruskn urusan beliau

sulaiman (2/19/2006 8:45:27 AM): yup...

syahiditusuci (2/19/2006 8:45:36 AM): jadinya?

sulaiman (2/19/2006 8:46:27 AM): jika hamba itu dibebaskan sebelum urusan dia selesai... adkah dia mampu laksanakan...

sulaiman (2/19/2006 8:46:37 AM): jika dia xada hamba,,

syahiditusuci (2/19/2006 8:46:38 AM): tidak, walLahu'alam

sulaiman (2/19/2006 8:47:07 AM): so,, jika dibebaskan,, macam manadgn urusan dia masa too...

syahiditusuci (2/19/2006 8:47:16 AM): terbengkalai

sulaiman (2/19/2006 8:48:18 AM): so.. maksud lilin boleh diertikan... macam tadi la,,

sulaiman (2/19/2006 8:49:21 AM): memberi cahaya,, pada dlm kegelapan,,, sedangkan diri sendiri berada dalam kegelapan,,,

sulaiman (2/19/2006 8:50:00 AM): atau,, bagi kesenangan pada org lain,, sedangkan,,,

sulaiman (2/19/2006 8:50:21 AM): pada waktu too,,

sulaiman (2/19/2006 8:51:11 AM): kita memerlukan sgt,,

sulaiman (2/19/2006 8:51:20 AM): nti dapat faham tak.

sulaiman (2/19/2006 8:51:45 AM): ini jee,, yng ana dapat faham.. ana ni xbanyak ilmu,,

sulaiman (2/19/2006 8:52:16 AM): mungkin tersasar jauh,, ana minta maaf laa

syahiditusuci (2/19/2006 8:53:39 AM): alhamdulilLAH, ana rasa ana dapat gambaran sedikit - jadinya jika d katakan jgn jadi umpama lilin - ertinya jangan spt lilin dirinya sendiri dlm kgelapan, inikan pula nak terangi org lain - dgn erti kata lain - jak org amar ma'ruf nahi mungkar bukan main bsungguh2 cakapnya - tp diri sendiri tak mampu nak perbuat

syahiditusuci (2/19/2006 8:54:02 AM): tak ukur baju d badan sendiri

syahiditusuci (2/19/2006 8:54:14 AM): jadi samalah dgn munafiq ilmu

syahiditusuci (2/19/2006 8:54:15 AM): iaitu

syahiditusuci (2/19/2006 8:54:29 AM): org yg berilmu di lidah tapi bodoh d hati dan perbuatan

syahiditusuci (2/19/2006 8:54:36 AM): sahih aw la'?

sulaiman (2/19/2006 8:56:00 AM): mungkin benar juga maksud nti..

syahiditusuci (2/19/2006 8:56:18 AM): alhamdulilLAH, walLAHU 'Aarifin

sulaiman (2/19/2006 8:56:42 AM): tp..

syahiditusuci (2/19/2006 8:56:47 AM): alhamdulilLah, jazakalLAHU khairan kathiron ya akh filLAH ats sbrg huluran bantuan dan pnerangan 'alayya

syahiditusuci (2/19/2006 8:56:56 AM): tp apa?

sulaiman (2/19/2006 8:57:53 AM): orang yng dalam kegelapan itu... mendapat cahaya dari lilin to..

syahiditusuci (2/19/2006 8:58:22 AM): tp setara mana? ianya cuma sekelumit shj

sulaiman (2/19/2006 8:59:14 AM): kata2 ni juga dibaca dalam peantun ustazah siti norbayah,,

syahiditusuci (2/19/2006 9:00:15 AM): nampaknya mrumitkan juga, ana juga kkalutn fikri - bila mngenangkan kata2 yg mniti d bibir ramai - guru ibarat lilin tp itu cuba di potray scr positif sdgkan dalam cerita td dinasihatkan "jangan" yg bmakna negatif pd konsep lilin

syahiditusuci (2/19/2006 9:00:32 AM): pantun ustazah?

sulaiman (2/19/2006 9:00:50 AM): yup..

sulaiman (2/19/2006 9:01:23 AM): kalau nak jadi cahaya,, jangan jadi cahaya lilin,,

sulaiman (2/19/2006 9:01:36 AM): yng membakar diri sendiri..

sulaiman (2/19/2006 9:01:51 AM): jadilah cahaya matahari.,,,

sulaiman (2/19/2006 9:02:51 AM): kalau jadi batu,, jangan jadi batu dijalanan,,

sulaiman (2/19/2006 9:03:02 AM): yng dipijak2 org,,

sulaiman (2/19/2006 9:03:13 AM): jadilah batu permata..

sulaiman (2/19/2006 9:03:35 AM): ana xingat sgtla,, pantun dia,,

sulaiman (2/19/2006 9:04:04 AM): tp.. selalu je.. pantun ini disebut,, time dia ceramah,,

syahiditusuci (2/19/2006 9:04:19 AM): baiklah

sulaiman (2/19/2006 9:04:54 AM): nti fokus je, maksud tadi,,, pada cite too...

sulaiman (2/19/2006 9:05:05 AM): jng fokus secara umum..

sulaiman (2/19/2006 9:05:15 AM): kang ana dah pesan tadi,,,

sulaiman (2/19/2006 9:05:49 AM): baru nti xrasa rumit sgt pasal maksud tadi...

syahiditusuci (2/19/2006 9:07:10 AM): nampaknya dah banyak benar enta sumbangkan masa utk pnyelesaian bg ana, dah masuk 4.05 pg d Malaysia bukan, maafkan ana sbb ambil masa enta - baiklah, nanti ana pertimbangkan kata2 akh, sbenarnya ana tgh meng-edit artikel tbaru , utk dipaparkn d blog - masalahnya ana nak meng clearkn lagi mesej pada umum - tp insyaALLAH ana rasa, ada khairnya pbincangan ini - ana akan perhati kembali sgala penjelasan td

sulaiman (2/19/2006 9:07:38 AM): pasal iman hasan basri to,.. kata2nya mungkin merujuk pada kes dng hamba tadi.. and mungkin ada pandangan dia yng lain,, yng kita belum..

sulaiman (2/19/2006 9:08:17 AM): terbaca laGI...

syahiditusuci (2/19/2006 9:08:26 AM): jazakalLahu khairal jaza'. Ya, barangkali benar kata akh filLAH, nampaknya ana kena perhalusi betul2

11 Comment(s) / Post Comment

Tuesday, February 21st 2006

4:05 PM

Perbincangan 2– Bersama Ustaz Imran Husainy min Cairo

syahiditusuci (2/19/2006 9:11:19 AM): BismilLah alhamdulilLah, assalamu'alaikum warahmatulLahi wabarakatuh, asifi ya ustaz ana mengambil masa ustaz sebentar, ada satu persoalan yang ana perlukan perungkaian dan penghuraian. Apa bolehkah? Atau barangkali ustaz punya urusan? Jika demikian tiada mengapalah, ana akan cuba fikirkan ia lagi, hinggalah ketemu jawapan, walLAHU'alam.

 

syahiditusuci (2/19/2006 9:11:26 AM): barakalLAH!

imran husainy (2/19/2006 9:11:42 AM): apa dia?

imran husainy (2/19/2006 9:11:56 AM): wslm

syahiditusuci (2/19/2006 9:12:58 AM): bgini, ana sdg cuba mengintepretasikan perbidalan sebatang lilin daripada tadi ana fikirkan sampai sekarang ana masih kesamaran buat makluman ustaz, ana cuba mencari perhubung kaitan antara kisah al hassan al basriy berkait pmbebasan hamba dengan kata bidalan "jangan menjadi lilin". ana faham mesej yang cuba dsampaikan

syahiditusuci (2/19/2006 9:13:00 AM): tapi

imran husainy (2/19/2006 9:13:00 AM): uiksss cam tesis

syahiditusuci (2/19/2006 9:13:32 AM): tp ana masih kekaburan akan bagaimana nak jelaskan lilin dgn cerita ini, bgini ustaz...sblm itu enta tahukah akan cerita ini?

imran husainy (2/19/2006 9:13:39 AM): meh matan hadis tu dlm bahasa asal

syahiditusuci (2/19/2006 9:13:47 AM): ya ALLAH , ustaz

syahiditusuci (2/19/2006 9:14:14 AM): dalam bahasa 'arab? maaf ya ustaz, psoalannya sekarang ana tak ada matan tu dlm bahasa arab

imran husainy (2/19/2006 9:14:21 AM): ok2

syahiditusuci (2/19/2006 9:14:25 AM): tp ana cuba intepretasikan

syahiditusuci (2/19/2006 9:14:37 AM): karangan indon majalah as sunnah

syahiditusuci (2/19/2006 9:14:43 AM): ke bahasa melayu malaysia

syahiditusuci (2/19/2006 9:14:56 AM): agar lebih senang buat tatapan para sohabat

syahiditusuci (2/19/2006 9:15:09 AM): ana cuba perjelas dan perhurai apa yg perlu

syahiditusuci (2/19/2006 9:15:17 AM): mgunakan konsep yg lbh mudah

syahiditusuci (2/19/2006 9:15:27 AM): soalnya sekarang ana tersangkut

syahiditusuci (2/19/2006 9:15:35 AM): apabila nak masukkan

imran husainy (2/19/2006 9:15:42 AM): o0

imran husainy (2/19/2006 9:15:48 AM): camni

syahiditusuci (2/19/2006 9:15:51 AM): kata2 "jgn jadi spt lilin" dgn jalan cerita

imran husainy (2/19/2006 9:16:11 AM): jgn kita memberi mmanfaat kpd org lain

imran husainy (2/19/2006 9:16:27 AM): dlm masa yg sama diri kita yg binasa & menderita

syahiditusuci (2/19/2006 9:16:59 AM): sbentar ana fikir

imran husainy (2/19/2006 9:17:25 AM): tengok lilin

syahiditusuci (2/19/2006 9:17:31 AM): *ya

imran husainy (2/19/2006 9:17:39 AM): dia menerangi org lain

syahiditusuci (2/19/2006 9:17:46 AM): ya

imran husainy (2/19/2006 9:17:49 AM): tapi diri dia sendiri binasa

imran husainy (2/19/2006 9:17:58 AM): kenapa erk?

syahiditusuci (2/19/2006 9:18:15 AM): ya ALLAH, ustaz ni nak ikut logik aqal scr saintifik

syahiditusuci (2/19/2006 9:18:20 AM): atau huraian biasa

syahiditusuci (2/19/2006 9:18:32 AM): jika secara logik aqal nya

imran husainy (2/19/2006 9:18:47 AM): ok jadi la kita spt bulan

imran husainy (2/19/2006 9:18:53 AM): menerangi org lain

syahiditusuci (2/19/2006 9:18:54 AM): lilin itu akan mncairkan dirinya sendiri, melelah, lalu musnah

imran husainy (2/19/2006 9:19:08 AM): tapi kita x binasa

imran husainy (2/19/2006 9:19:40 AM): kata2 mcm ini ada dlm kitab mauzah mukminin

imran husainy (2/19/2006 9:19:48 AM): krgn imm ghzali

syahiditusuci (2/19/2006 9:19:56 AM): alhamdulilLAH, benar kata ustaz, macam mana ana boleh terbelit part ni, syukran jazilan

imran husainy (2/19/2006 9:20:29 AM): mauizah mukminin merupakan ringkisan ihya ulumuddin

imran husainy (2/19/2006 9:20:34 AM): krg imam ghazali

syahiditusuci (2/19/2006 9:20:44 AM): ana mana ada buku itu

imran husainy (2/19/2006 9:21:08 AM): Ana pun x de buku sgt

syahiditusuci (2/19/2006 9:21:13 AM): tp tak mengapalah nanti ana cuba terokai andai ada kat mana2 versi online waima secebis

syahiditusuci (2/19/2006 9:21:30 AM): kalau yang konkrit, kena tunggu balik Malaysia

 

imran husainy (2/19/2006 9:22:09 AM): buku krgn sapa yg biasa enti baca

syahiditusuci (2/19/2006 9:23:26 AM): baiklah, sekarang yg tinggal lg ana nak kena mengarang - buku karangan siapa? ustaz , maaf ana tiada menetapkan sesiapa, tambahan pula d perantauan ini yg kurang keberolehan sumbernya, namun apa yg mampu ana perbuat ialah mlalui syor mana2 ustaz, sahabat dan laman2 yg ana listkn sbg favourite

syahiditusuci (2/19/2006 9:23:53 AM): yg ana utamakan isi, dan juga latar belakang pengaranga ada kalanya turut mmainkan peranan

syahiditusuci (2/19/2006 9:24:08 AM): kerana itu sblm ini pun ana ada mohon pandangan ustaz

syahiditusuci (2/19/2006 9:24:25 AM): ttg bbrp buku dan dsertakan nama pengarangnya sekali

 

imran husainy (2/19/2006 9:24:40 AM): pilih krn imam ghazali

imran husainy (2/19/2006 9:24:45 AM): ikutla kitab apa

syahiditusuci (2/19/2006 9:25:03 AM): tp bukankah ihya ulumuddin itu byk hadith dhaif

syahiditusuci (2/19/2006 9:25:16 AM): utk mlengkapinya kena ada buku sampingan

syahiditusuci (2/19/2006 9:25:30 AM): yg ditulis oleh seorg lagi pengarang, maaf ana lupa akan namanya

syahiditusuci (2/19/2006 9:25:40 AM): nanti ana semak kembali, insyaALLAH

syahiditusuci (2/19/2006 9:26:05 AM): bagi memperbetul , dan memperelok mana yg perlu

syahiditusuci (2/19/2006 9:26:15 AM): sbb jika ambil scr langsung

syahiditusuci (2/19/2006 9:26:21 AM): nanti ada yg tak kena

syahiditusuci (2/19/2006 9:26:50 AM): walLahu'alam bishowab

imran husainy (2/19/2006 9:28:19 AM): hehe

imran husainy (2/19/2006 9:28:27 AM): rujukan kena terbuka

imran husainy (2/19/2006 9:28:45 AM): bukankan Imam ghazali selalu mimpi jumpa Nabi

imran husainy (2/19/2006 9:29:04 AM): hadis dhaif bab fadhilat boleh diguna

syahiditusuci (2/19/2006 9:29:10 AM): baiklah

imran husainy (2/19/2006 9:29:27 AM): lbh baik guna hadis dhaif dr kata2 manusia

imran husainy (2/19/2006 9:29:36 AM): cuma tidak boleh buat hujjah

syahiditusuci (2/19/2006 9:29:42 AM): maafkan ana, nanti ana perhatikan balik ehwal ini

syahiditusuci (2/19/2006 9:29:59 AM): maklumlah dah masuk plbagai fahaman dan phuraian dl kepala

syahiditusuci (2/19/2006 9:30:13 AM): nampaknya amat perlu ana perhatikan satu persatu

imran husainy (2/19/2006 9:30:16 AM): no problem

syahiditusuci (2/19/2006 9:30:29 AM): walLAHU Musta'an

imran husainy (2/19/2006 9:30:34 AM): sumber pembacaan perlu kita ambil tahu juga

imran husainy (2/19/2006 9:30:37 AM): yer

syahiditusuci (2/19/2006 9:30:39 AM): ya

syahiditusuci (2/19/2006 9:30:45 AM): baiklah

syahiditusuci (2/19/2006 9:31:55 AM): nampaknya, demikian sahajalah dulu, ana berkejaran masa , ada urusan lain, 'ala kulli hal jazakalLAHU khairal jaza' ats penerangan. InsyaALLAH, usah khuatir takkan di biar ia ibarat dibawa dek angin lalu, akan ana perhatikan kembali

imran husainy (2/19/2006 9:32:02 AM): sama2

syahiditusuci (2/19/2006 9:32:04 AM): dan manfa'atkan apa yg perlu filLAH

imran husainy (2/19/2006 9:32:09 AM): aamin

syahiditusuci (2/19/2006 9:32:31 AM): asifi 'ala kulli hal. BarakalLAH! Assalamu'alaikum warahmatulLAHI wabarakatuh.

imran husainy (2/19/2006 9:33:27 AM): wslm

0 Comment(s) / Post Comment

Tuesday, February 21st 2006

4:04 PM

Perbincangan 3- Bersama Ustaz Maszlee min Malaysia

syahiditusuci (2/20/2006 8:02:39 PM): BismilLah alhamdulilLah, assalamu'alaikum warahmatulLahi wabarakatuh, asifi ya ustaz ana mengambil masa ustaz sebentar, ada satu persoalan yang ana perlukan perungkaian dan penghuraian. Apa bolehkah? Atau barangkali ustaz punya urusan? Jika demikian tiada mengapalah, krn ana sudah pun mperoleh pnerangan drp bbrp org, cuma yg tinggal, ana ingin perbandingkan ia, hinggalah ketemu ksimpulan yg lbh gratis dan jelas utk dsampaikn pd ikwah wa akhwat filLAH, walLAHU'alam.

 

maszlee (2/20/2006 8:13:11 PM): apa soalannya?

syahiditusuci (2/20/2006 8:13:42 PM): bgini, ustaz, ana sdg cuba mengintepretasikan perbidalan sebatang lilin buat makluman ustaz, ana cuba mencari perhubung kaitan antara kisah al hassan al basriy berkait pmbebasan hamba dengan kata bidalan "jangan menjadi lilin".

maszlee (2/20/2006 8:14:16 PM): masih kabur

maszlee (2/20/2006 8:14:23 PM): apa bidalannya?

syahiditusuci (2/20/2006 8:14:49 PM): iaitu "jangan menjadi lilin"

syahiditusuci (2/20/2006 8:15:09 PM): sbelum itu apakah ustaz jelas atau pasti akan cerita ttg pbebasan hamba

syahiditusuci (2/20/2006 8:15:17 PM): yg mlibatkn al hassan

maszlee (2/20/2006 8:15:21 PM): tidak jelas

maszlee (2/20/2006 8:15:31 PM): tidak pernah dengar

syahiditusuci (2/20/2006 8:15:34 PM): baiklah, ana akan cuba ringkaskan sbaik mungkin

syahiditusuci (2/20/2006 8:15:47 PM): bgini, dceritakan pd satu masa, ada skumpulan hamba abdi

syahiditusuci (2/20/2006 8:15:57 PM): datang ke kota basrah menemui al hassan

syahiditusuci (2/20/2006 8:16:15 PM): lalu mmohon al hassan mnyampaikan khutbah bkait keutamaan bmebaskan hamba

…………….

* maka ana pun meneruskan penceritaan tersebut sampailah …..

 

syahiditusuci (2/20/2006 8:21:01 PM): maka stlh usai sgl urusan, baharu beliau mbebaskan hamba tdi, dan boleh mnyampaikn khutbah bkait keutamaan mbebaskan hamba

syahiditusuci (2/20/2006 8:21:18 PM): apabila mndengarkn pjelasan matan hamba tertunduk lalu berundur

syahiditusuci (2/20/2006 8:21:57 PM): jadinya - dinyatakan Al-Hasan benar-benar menebarkan cahaya di kota Bashrah, dan ia bukan umpama cahaya lilin

syahiditusuci (2/20/2006 8:22:04 PM): yg membakar dirinya sendiri

maszlee (2/20/2006 8:22:14 PM): ya menarik sekali bidalannya itu

syahiditusuci (2/20/2006 8:22:16 PM): d ringkaskn lg

maszlee (2/20/2006 8:22:21 PM): kita yang ramainya lilin kan

syahiditusuci (2/20/2006 8:22:21 PM): jangan jadi umpama lilin

syahiditusuci (2/20/2006 8:22:26 PM): na'am

maszlee (2/20/2006 8:22:28 PM): dan ramai juga yang lilin yang tidak bercahaya

syahiditusuci (2/20/2006 8:22:32 PM): benar

maszlee (2/20/2006 8:22:45 PM): lebih baik jadi lilin yang bercahaya, nantikan dapat syafaatnya juga

syahiditusuci (2/20/2006 8:22:54 PM): ini adalah kerana Al-Hasan mengerti bahwa yang dipuji oleh Allah sebagai orang dengan ahsanu qaulan adalah orang yang menyeru kepada Allah dan ia pun mengerjakannya. (QS Al-Fushshilat : 33)

maszlee (2/20/2006 8:23:00 PM): kan pendorong ke jalan kebaikan akan mendapat pahala kayak pelakunya juga

 

syahiditusuci (2/20/2006 8:27:04 PM): justeru, bagaimana , apa pandangan ustaz ttg cerita tadi dan bagaimana nak dikaitkan dgn bidalan jgn jadi umpama lilin?

maszlee (2/20/2006 8:27:18 PM): tak apa jadi lilin

syahiditusuci (2/20/2006 8:27:25 PM): maksud ustaz

maszlee (2/20/2006 8:27:28 PM): yang baiknya, kena jadi lebih dri lilin

maszlee (2/20/2006 8:27:44 PM): yelah, kita kongsikan ilmu pun , akan dapat pahala seperti pelakunya juga kan?

syahiditusuci (2/20/2006 8:27:48 PM): na'am

syahiditusuci (2/20/2006 8:28:17 PM): apa yg dapat ana garapkn dlm pceritaan td ialah

syahiditusuci (2/20/2006 8:28:53 PM): slaku da'ie kita tak patut hanya pandai berbicara soal amar ma'ruf nahi mungkar, tapi sepatutnya dsertai dgn praktikaliti

syahiditusuci (2/20/2006 8:29:12 PM): bukan ibarat munafiq ilmu iaitu bijak d lidah tp bodoh d hati dan pbuatan

syahiditusuci (2/20/2006 8:29:57 PM): soalnya skrg, ana masih ttanya2 perihal lilin, ana sering mndengar guru umpama lilin, yg mbawa konteks atau konotasi positif

syahiditusuci (2/20/2006 8:30:27 PM): walakin ksimpulan drp pceritaan td yg ana petik drp majalah as sunnah, ialah jgn jadi umpama lilin

syahiditusuci (2/20/2006 8:30:37 PM): yg mana ia mgambarkan konteks yg blawanan

syahiditusuci (2/20/2006 8:30:45 PM): inilah yg agak mrumitkan

syahiditusuci (2/20/2006 8:31:08 PM): dan utk mengintepretasinya bukan mudah bg ana

syahiditusuci (2/20/2006 8:31:37 PM): bahkan ada mutiara kata yg bbunyi jgn jadi umpama lilin yg mnerangi org lain namun dirinya juga derita

syahiditusuci (2/20/2006 8:31:46 PM): tapi jadilah spt bulan

syahiditusuci (2/20/2006 8:32:07 PM): yang mnerangi 'alam dan tiada bawa derita pd dirinya

maszlee (2/20/2006 8:32:37 PM): OK juga

maszlee (2/20/2006 8:32:44 PM): yang penting, jangan tak jadi apa2

syahiditusuci (2/20/2006 8:32:48 PM): ya

syahiditusuci (2/20/2006 8:33:13 PM): nampaknya, agak sukar juga utk ana mengarang bkait ehwal ini

syahiditusuci (2/20/2006 8:34:16 PM): apatah lg jika nak kaitkan dgn surah al fusshilat ayat 33, al baqarah ayat 44 dan as shaff ayat 2 dan 3 dan hud ayat 88

syahiditusuci (2/20/2006 8:35:25 PM): barangkali ana cuba alihkan fokus pada ayatul Qur'an shj, ttg bidalan td ana kena perhalusi kembali

syahiditusuci (2/20/2006 8:36:23 PM): baiklah, 'ala kulli hal jazakalLAHU khairal jaza' ats sbrg btk huluran bantuan sama ada scr lansung atau tdk langsung ilayya

syahiditusuci (2/20/2006 8:36:33 PM): apa ustaz, ada apa2 pandangan lagikah?

maszlee (2/20/2006 8:37:40 PM): nanti jika ada akan ustaz lontarkan ke hadith 40

 

* InsyaALLAH, kelak setelah mendapat penjelasan lanjut oleh Ustaz Maszlee di group hadith 40, andai ana punya kesempatan, akan ana lampirkan di laman ini buat dimanfa’atkan sesama  saudara saudari seaqeedah filLAH.

 

24 Comment(s) / Post Comment

Tuesday, February 21st 2006

4:03 PM

Perbincangan 4 – Bersama Ustaz Saffuan min Damieta

* Makluman: Perbincangan dengan Ustaz Saffuan lebih kepada penganalisaan pandangan pada perbincangan-perbincangan yang sebelumnya, manakala sebahagian lagi baharulah diselitkan pandangan peribadi beliau tentang ehwal ini.

 

saffuan (2/21/2006 12:25:55 PM): ooo

saffuan (2/21/2006 12:26:44 PM): sama ada salah cetakan atau ada maksud yg lain

syahiditusuci (2/21/2006 12:27:01 PM): walLAHU'alam

saffuan (2/21/2006 12:27:14 PM): begini..

syahiditusuci (2/21/2006 12:27:22 PM): ada seorg lg, tp itu pun pjg juga

saffuan (2/21/2006 12:27:25 PM): klu jawapan yg ust imran berikan

syahiditusuci (2/21/2006 12:27:28 PM): ya

saffuan (2/21/2006 12:27:30 PM): ada juga benarnya

syahiditusuci (2/21/2006 12:27:31 PM): teruskan..

saffuan (2/21/2006 12:27:42 PM): namun, bagi peribadi sy

syahiditusuci (2/21/2006 12:27:47 PM): ya

saffuan (2/21/2006 12:27:47 PM): sy agak kurang setuju

syahiditusuci (2/21/2006 12:27:50 PM): limaza?

saffuan (2/21/2006 12:27:56 PM): pada jawapan ust maszlee

syahiditusuci (2/21/2006 12:27:59 PM): ya

saffuan (2/21/2006 12:28:09 PM): sy agak bersetuju

syahiditusuci (2/21/2006 12:28:33 PM): yg ustaz nyatakan,tiada mengapa jadi lilin?

saffuan (2/21/2006 12:28:40 PM): ya

saffuan (2/21/2006 12:28:45 PM): jadi yg lebih lagi dr lili

syahiditusuci (2/21/2006 12:28:47 PM): asalkan jangan tak jadi apa2

saffuan (2/21/2006 12:28:47 PM): n

saffuan (2/21/2006 12:29:24 PM): pd penghuraian ust imran

saffuan (2/21/2006 12:29:27 PM): mintaa maaf

saffuan (2/21/2006 12:29:33 PM): sy kurang bersetuju

saffuan (2/21/2006 12:29:34 PM): sbb

syahiditusuci (2/21/2006 12:29:38 PM): sbb

saffuan (2/21/2006 12:29:45 PM): kita mmg kena bersusah payah utk org lain

saffuan (2/21/2006 12:29:53 PM): lebih2 lagi utk ISLAM

syahiditusuci (2/21/2006 12:29:59 PM): ya, benar

saffuan (2/21/2006 12:30:00 PM): dan seberat2 ujian

saffuan (2/21/2006 12:30:19 PM): tiada yang paling berat yg lebih mengatasi sayyidina muhammad saw

syahiditusuci (2/21/2006 12:30:25 PM): ya

saffuan (2/21/2006 12:30:48 PM): baginda lebih membakar dirinya sendiri

syahiditusuci (2/21/2006 12:30:53 PM): ya

saffuan (2/21/2006 12:31:13 PM): bahkan kalau nak ibarat lilin pun

saffuan (2/21/2006 12:31:15 PM): lebih lagi

saffuan (2/21/2006 12:32:59 PM): lilin tu masih lagi lemah

saffuan (2/21/2006 12:34:25 PM): walaupun lilin tu membakar diri

syahiditusuci (2/21/2006 12:34:28 PM): ya

saffuan (2/21/2006 12:34:50 PM): tp nak sifatkan kemuliaan sifat nabi saw ni..tada satu pun yg dpt menandinginya..

syahiditusuci (2/21/2006 12:34:56 PM): ya

syahiditusuci (2/21/2006 12:35:09 PM): baiklah, ana faham apa yg enta cuba sampaikan

syahiditusuci (2/21/2006 12:35:27 PM): akh filLAH, sbentar ada cebisan pandangan yg agak mnarik drp saudara seaqeedah...apa enta ingin tahukah?

saffuan (2/21/2006 12:35:39 PM): sy pernah berdialong dengan seorg dr pakar sejarah melayu

saffuan (2/21/2006 12:35:47 PM): bagi dia

syahiditusuci (2/21/2006 12:35:49 PM): benarkah?

saffuan (2/21/2006 12:35:50 PM): kalau takda bukti

saffuan (2/21/2006 12:36:01 PM): dia tak percaya kewujudan sesuatu

saffuan (2/21/2006 12:36:07 PM): tp bagisy tidak

syahiditusuci (2/21/2006 12:48:17 PM): justeru apa pandangan enta ?

saffuan (2/21/2006 12:48:59 PM): ok

saffuan (2/21/2006 12:49:12 PM): apa ygsofia faham dr penjelesan ust tu

syahiditusuci (2/21/2006 12:49:32 PM): pada ana, ustaz td ada 2 pandangan

syahiditusuci (2/21/2006 12:50:38 PM): 1- jadi lilin - positif - macam mana yg enta terangkan --lbh kurang ---sbb mmg sunnah seorg pjuang - mngalami susah senang dlm bjuang - dan perlukan pngorbanan - hatta nyawa sendiri

syahiditusuci (2/21/2006 12:51:30 PM): 2- jadi lilin - bukan lilin -- sbaliknya jadilah bulan --yg mnerangi 'alam spanjang masa, bawa manfa'at ke seantero persada, namun dirinya tiada d timpa sengsara bganda

syahiditusuci (2/21/2006 12:51:44 PM): maknanya pilihlah utk jadi yg lbh baik drp lilin

syahiditusuci (2/21/2006 12:51:59 PM): lbh kurang yg enta ada jelakn juga ustaz maszlee

syahiditusuci (2/21/2006 12:52:10 PM): sahih aw la'?

syahiditusuci (2/21/2006 12:52:18 PM): bagaimana pula hemat enta?

saffuan (2/21/2006 12:52:22 PM): hmm

saffuan (2/21/2006 12:52:29 PM): sofia baca majalah tu

saffuan (2/21/2006 12:52:37 PM): ada penghuraiankah pasal lilin tu

saffuan (2/21/2006 12:52:42 PM): insy allah

syahiditusuci (2/21/2006 12:52:44 PM): tak ada

saffuan (2/21/2006 12:52:57 PM): sy ada juga jawapan yg tak pasti kesahihannya

syahiditusuci (2/21/2006 12:53:03 PM): cuma pesannya "jangan jadi lilin - belajar dr hassan al basry"

saffuan (2/21/2006 12:53:03 PM): samada mmg begitu atausalah cetak

saffuan (2/21/2006 12:53:24 PM): cuma kita ambil yg termaktub,ok?

saffuan (2/21/2006 12:53:30 PM): Al-Hassan benar-benar telah menebarkan cahaya di kota Basrah beliau bukanlah ibarat cahaya lilin "

saffuan (2/21/2006 12:53:46 PM): pada ayat tu bekenaan cahaya

saffuan (2/21/2006 12:53:48 PM): namun

saffuan (2/21/2006 12:53:57 PM): kalau dilihat pada apa yg al basry buat..

saffuan (2/21/2006 12:54:03 PM): pada khutbah pertama

saffuan (2/21/2006 12:54:14 PM): dia tidak bercakap hal hamba spt yg dikatakan

saffuan (2/21/2006 12:54:21 PM): begitu juga pada khutbah seterus

syahiditusuci (2/21/2006 12:54:27 PM): ya

saffuan (2/21/2006 12:54:31 PM): sampailah pada khutbah tersebut

saffuan (2/21/2006 12:56:07 PM): mcm penerangan yg disampaikan oleh ust sulaiman

syahiditusuci (2/21/2006 12:56:17 PM): ya

saffuan (2/21/2006 12:56:21 PM): al basry tidak bercakap hal hamba tu..

saffuan (2/21/2006 12:56:26 PM): sebab dia sendiri takda hamba

syahiditusuci (2/21/2006 12:56:31 PM): ya

saffuan (2/21/2006 12:56:37 PM): jadi dia dlm kegelapan berkenaan hamba

saffuan (2/21/2006 12:56:52 PM): hinggalah dia mempunyai hamba dan lakukan apa yg dikehendaki

saffuan (2/21/2006 12:57:02 PM): baharulah dia berkhutbah pasal hamba

saffuan (2/21/2006 12:57:04 PM): jadinya..

saffuan (2/21/2006 12:57:15 PM): dia masih dlm kegelapan

saffuan (2/21/2006 12:57:32 PM): manakala lilin menerangi org lain sedang dirinya sendiri tak tahu

saffuan (2/21/2006 12:57:48 PM): kalau nak kaitkan dengan ayat al quran dlm surah al saf pada ayat dua tu..

saffuan (2/21/2006 12:57:50 PM): isnya allah

saffuan (2/21/2006 12:57:57 PM): cuma ayat tu

saffuan (2/21/2006 12:58:08 PM): hmm

saffuan (2/21/2006 12:58:20 PM): kenapa kamu kata padahal kamu tak buat kan..

saffuan (2/21/2006 12:58:21 PM): hmmm

saffuan (2/21/2006 12:58:24 PM): haa

saffuan (2/21/2006 12:58:29 PM): boleh laa

saffuan (2/21/2006 12:58:33 PM): bersangkutan jua

syahiditusuci (2/21/2006 12:58:42 PM): ya

saffuan (2/21/2006 12:58:47 PM): kata benda yang al basry sendiri tak tahu dan tak merasainya..

saffuan (2/21/2006 12:58:52 PM): wallahu a'lam..

 

Buat makluman awlawiyat semua, 10 min akhir perbincangan kami di adakan di conference room, d mana Ustaz Saffuan ber vc (voice conference), utk itu ana tiada dapat memaparkan sepenuhnya dialog diskusi kami. Asifi.

 

33 Comment(s) / Post Comment

Tuesday, February 21st 2006

4:01 PM

Perbincangan 5– Bersama Ustaz Dr.Nik Mat Gig min Melbourne

…………..muqoddimah…..sterusnya:

 

syahiditusuci (2/21/2006 10:17:56 PM): bgini, ustaz, ana sdg cuba mengintepretasikan perbidalan sebatang lilin buat makluman ustaz, ana cuba mencari perhubung kaitan antara kisah al hassan al basriy berkait pmbebasan hamba dengan kata bidalan "jangan menjadi lilin".

syahiditusuci (2/21/2006 10:18:18 PM): sudah bbrp org ana mohon pandangan, dan alhamdulilLAH ada plbg jawapan

syahiditusuci (2/21/2006 10:18:31 PM): dan kini ana mahu cuba buat ksimpulan

syahiditusuci (2/21/2006 10:18:55 PM): tp sblm itu, rasanya tak salah ana mendengarkan pandangan drp ustaz sblm mnutupnya

syahiditusuci (2/21/2006 10:19:15 PM): apakah ustaz pernah mndengar atau ariff akan cerita tadi?

dr.nik mat gig(2/21/2006 10:19:40 PM):  sebenarnya tak pernah dgr

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:19:48 PM): tatau cite hassan al basri ttg lilin

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:19:51 PM): leh cite tak

syahiditusuci (2/21/2006 10:19:57 PM): ya ALLAH, demikian pula, baiklah ana akan cuba ceritakan

syahiditusuci (2/21/2006 10:20:00 PM): pada ustaz

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:20:21 PM): ok saya dgr, awak jadi ustazah, saya jadi murid

syahiditusuci (2/21/2006 10:20:29 PM): bgini, dceritakan pada suatu masa telah datang sekumpulan hamba dari Kota Basrah mngunjungi al hassan

syahiditusuci (2/21/2006 10:20:54 PM): lalu mereka memohon al hassan agar mnyampaikan khutbah berkait keutamaan membebaskan hamba

syahiditusuci (2/21/2006 10:21:12 PM): lantas al hassan mbalas dgn lafaz istisna' iaitu insyaALLAH

syahiditusuci (2/21/2006 10:21:20 PM): maka pada JUMAAT berikutnya

* maka ana pun meneruskan penceritaan tersebut sampailah …..

 

syahiditusuci (2/21/2006 10:38:09 PM): baiklah, apabila tlh selesai sgl urusan, maka baharulah al hassan boleh membebaskan hambanya tadi. Kmudian baharulah beliau menyampaikan khutbah berkait keutamaan membebaskan hamba td

syahiditusuci (2/21/2006 10:38:12 PM): apabila

syahiditusuci (2/21/2006 10:38:40 PM): matan hamba2 td mndengarkannya, mereka tertunduk malu lalu blalu pergi

syahiditusuci (2/21/2006 10:38:42 PM): nyatanya

syahiditusuci (2/21/2006 10:39:03 PM): al hassan tlh mnebarkan cahaya di KOTA BASRAH , tp bukan ibarat cahaya lilin

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:39:26 PM): ok

syahiditusuci (2/21/2006 10:39:39 PM): itulah ksimpulan yg dilampirkan o majalah ar risalah - jgn mjadi lilin - belajar dari hassan al basri

syahiditusuci (2/21/2006 10:39:46 PM): dan inilah yg sdg ana usahakan

syahiditusuci (2/21/2006 10:39:55 PM): merungkaikan maksud pbidalan td

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:40:10 PM): ooo

syahiditusuci (2/21/2006 10:40:16 PM): sbb amnya kita mndengarkn guru ibarat lilin yg mbawa konotasi positif

syahiditusuci (2/21/2006 10:40:31 PM): inikan pula dlm cerita td

syahiditusuci (2/21/2006 10:40:38 PM): kalimah jgn atau bukan

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:40:48 PM): mmg benar itulah bidalan yg biasa org gunakan, tapi arwah datuk saya ajar, jgn jadi lilin

syahiditusuci (2/21/2006 10:40:50 PM): dgn erti kata lain bawa maksud blawanan pula

syahiditusuci (2/21/2006 10:40:57 PM): benarkah?

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:41:03 PM): ye

syahiditusuci (2/21/2006 10:41:05 PM): boleh bantu ana perjelaskan

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:41:18 PM): lilin, utk terangi org lain, dia musnahkan diri dia

syahiditusuci (2/21/2006 10:41:22 PM): ya

syahiditusuci (2/21/2006 10:41:23 PM): benar

syahiditusuci (2/21/2006 10:41:43 PM): justeru apa pkaitan dgn kisah al hassan tadi?

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:41:48 PM): bila diri dha musnah dia dah tak leh terangi org lain dah

syahiditusuci (2/21/2006 10:41:52 PM): yg ustaz  peroleh?

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:42:03 PM): banyak pengajaran tak cukup dlm PM

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:42:11 PM): nanti saya hantar emel

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:42:18 PM): sebab banyak sangat pengajaran

syahiditusuci (2/21/2006 10:42:35 PM): baiklah, alhamdulilLAH, jazakalLAHU khairal jaza'

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:42:41 PM): cuma relevan yg arwah datuk saya ajar ialah >>> jangan jadi lilin, tapi jadilah seperti bulan

syahiditusuci (2/21/2006 10:42:46 PM): ya

syahiditusuci (2/21/2006 10:42:47 PM): benar

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:43:00 PM): bulan itu hodoh tak cantik, dan tak ada cahaaya

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:43:19 PM): tapi dia gunakan cahaya matahari utk indahkan wajahnya dan menerangi org lain

syahiditusuci (2/21/2006 10:43:28 PM): tersirat benar

syahiditusuci (2/21/2006 10:43:34 PM): agak sasteratik juga

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:43:39 PM): begitu juga macam kita

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:43:44 PM): kita ini byk dosa

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:43:57 PM): jadi carilah cahaya iman utk indahkan budi pekerti kita

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:44:12 PM): dan terangi jalan dengan cahaya keimanan untuk org lain sam-sama lalui

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:44:38 PM): tak macam lilin, membinasakan diri utk terangi seorang pengguna, tapi bila lilin habis, gelap semula

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:45:00 PM): bulan menerangi kegelapan malam utk seluruh penduduk manusia

syahiditusuci (2/21/2006 10:45:05 PM): ya, ana jelas akan apa yg cuba ustaz sampaikn itu

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:45:24 PM): itu antar pengajaran yg diperolehi, tapi sebenarnya ada banyakkkkkkk lagi

syahiditusuci (2/21/2006 10:45:28 PM): tp pada hemat enta adakah salah menjadi lilin?

syahiditusuci (2/21/2006 10:45:44 PM): maaf, *pada hemat ustaz

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:45:50 PM): tidak salah kalau itu saja kemampuan kita

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:46:13 PM): lebih baik menerangi perjalanan seorang manusia dari tidak menerangi langsung

syahiditusuci (2/21/2006 10:46:29 PM): ya, lbh baik jadi lilin daripada tak jadi apa2

syahiditusuci (2/21/2006 10:46:37 PM): sahih aw la'?

syahiditusuci (2/21/2006 10:46:49 PM): atau ana silap, betulkan ana

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:46:59 PM): itu pandangan saya

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:47:18 PM): tetapi adalah lebih bijak utk tidak menjadi lilin

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:47:32 PM): dan kita sendiri boleh berusaha utk tidak menjadi lilin

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:47:47 PM): melainkan terpaksa

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:48:20 PM): seperti org yg berjihad fisabilillah, mereka mengorbankan diri di medan perang sebagai syuhada, demi Islam

syahiditusuci (2/21/2006 10:49:13 PM): ya benar kata ustaz, hamdulilLAH, banyak khairnya kupasan tajuk ini, ana peroleh plbagai utaran pandangan dan ksemuanya bakal d manfa'atkan bukan shj pada diri ana bahkan buat pkongsian bersama saudara saudari seaqeedah yg lain filLAH

syahiditusuci (2/21/2006 10:49:20 PM): *alhamdulilLAH

dr.nik mat gig (2/21/2006 10:49:24 PM): insyaAllah

syahiditusuci (2/21/2006 10:50:12 PM): insyaALLAH fi khairilLAH

33 Comment(s) / Post Comment

Tuesday, February 21st 2006

4:01 PM

Menerima kiriman e-mail sebagaimana yang telah dijanjikan ustaz Dr.Nik Mat Gig.

AlhamdulilLAH, biiznilLAH, janji seorang Muslim pada saudara seaqeedahnya akhirnya terlestari, lewat 4 pagi ana menerima kiriman e-mail sebagaimana yang telah dijanjikan ustaz Dr.Nik Mat Gig.

 

Ia adalah sebagaimana berikut:

xxx

Date:

Tue, 21 Feb 2006 15:04:22 +0000 (GMT)

From:

 "Mat Besut In Melbourne" < xxx@yahoo.co.uk>   Add to Address Book
Yahoo! DomainKeys has confirmed that this message was sent by yahoo.co.uk. Learn more

Subject:

PERHATIAN : Kisah AL Hassan, Lilin & Bulan

To:

syahiditusuci@yahooxxxxxxxxx

BismilLah alhamdulilLah, assalamu'alaikum warahmatulLahi wabarakatuh,

 

Pada suatu masa telah datang sekumpulan hamba dari Kota Basrah mngunjungi al hassan, lalu mereka memohon al hassan agar mnyampaikan khutbah berkait keutamaan membebaskan hamba. Lantas al hassan mbalas dgn lafaz istisna' iaitu insyaALLAH. Maka pada JUMAAT berikutnya sedari awal khutbah hinggalah ke phujungnya, tak ada sepatah pun al hassan mnyebutnya.Begitu juga pada JUMAAT2 yg berikutnya.Hinggalah pada suatu JUMAAT baharulah beliau mnyampaikan khutbah berkait keutamaan membebaskan hamba tadi. Maka selesai khutbah tadi, para majikan bersegeralah memanggil para hamba mereka, lalu dibebaskan tanpa tebusan sesen pun. Kemudian matan hamba tadi pun pergi menemui al hassan dan meluahkan kekecewaan mereka. Maka mantan hamba td meluahkan rasa kecewa pada al hassan sebab jika al hassan sampaikan khutbah itu pada JUMAAT yg pertama pastinya pembebasan mereka lbh awal bukan selewat ini. Setelah mndengar luahan kecewa mereka, al hassan pun menjelaskan yang pada JUMAAT yg pertama , beliau tak punya hamba, maka perlu usahakan wang utk mendapatkannya.Manakala pada JUMAAT berikutnya, beliau sudah miliki hamba , tapi.. belum boleh membebaskannya, sbb mmerlukan hamba itu utk mbantunya mnguruskan bbrp urusan.Apabila tlh selesai sgl urusan, maka baharulah al hassan boleh membebaskan hambanya tadi. Kmudian baharulah beliau menyampaikan khutbah berkait keutamaan membebaskan hamba td. Apabila matan hamba2 td mndengarkannya, mereka tertunduk malu lalu blalu pergi. Nyatanya al hassan tlh mnebarkan cahaya di KOTA BASRAH , tp bukan ibarat cahaya lilin.

 

Ulasan saya :

 

Arwah datuk saya pernah bercerita tentang lilin dan bulan ni. Tetapi arwah datuk saya tak cerita pasal Hassan Al Basri. Dia ceritakan tentang Hajjaj Bin Yusuf As Saqafi dan Abdullah ibnu Zubair.

 

Pengajaran yang boleh diperolehi dari kisah tersebut :

 

a. Untuk memperkatakan sesuatu, kenalah kita beramal dulu, barulah "masin" apa yang kita perkatakan. Al Hassan untuk memperkatakan  bagusnya membebaskan hamba, dia sendiri berusaha mendapatkan hamba dan membebaskan hamba. Di sinilah yang kita perkatakan, amal dulu barulah kata-kata kita berkesan. Tidak cakap serupa bikin. Pengajaran pertama dari kisah tersebut ialah perkatakanlah apa yang telah kita lakukan, sebab amat besar kemurkaan Allah apabila kita memperkatakan sesuatu yang tidak kita amalkan.

 

b. Pengajaran yang kedua, kita boleh nampak bahwa sifat manusia yang tidak sabar. Mengharapkan sesuatu yang baik, tetapi tidak mampu bersabar untuk memperolehi perkara yang baik. Inilah antara ragam manusia sejak zaman Al AHssan sehinggalah di zaman kita ini. Inilah wajah masyarakat yang bakal dan sedang kita hadapi. Dan inilah antara ujian yang perlu kita hadapi dalam mendidik masyarakat. Berhadapan dengan manusia-manusia yang tidak mempunyai kesabaran. Maka untuk itu, diri kita sendiri hendaklah bersabar.

 

c. pengajaran ketiga, ialah antara wajah masyarakat yang bakal kita hadapi ialah sifat tidak mahu bersyukur. Kita dapat lihat ketidak puas hati mantan hamba, walaupun sudah dibebaskan. Tidak berpuas hati kerana pembebasan mereka terlewat 3 jumaat. Inilah antara wajah-wajah yang  kita perlu hadapi. Dan untuk menghadapi mereka, maka diri kita perlua mensyukuri nikmat Allah.

 

d. Pengajaran keempat, memang jelas membuktikan kata bidalan jangan menjadililin. Al Hassan mempunyai seorang hamba, tetapi kerana ada urusan yang dia tak mampu laksanakan melainkan dengan adanya bantuan sebagai seorang hamba, maka dia tidak membebaskan hambanya itu dan terpaksa menangguh khutbahnya. Dia tidak mahu menjadi lilin. Merosakkan diri dia demi kesejahteraan orang lain yang bersifat sementara. Jika dibebaskan hambanya sedangkan dia ada keperluan lain, maka akan terbantutlah dan mungkin khutbah pembebasan hamba olehnya ditangguhkan lebih lama kerana masalah yang belum dibereskan. Jadi Al Hassan berpandangan jauh. Ditangguhkan pembebasan hambanya, agar boleh disegerakan menyelesaikan masalahnya, secara tak langsung melancarkan dia untuk berkhutbah.

 

e. Setelah urusan AL Hassan selesai, barulah dia membebaskan hambanya. barulah hatinya tenang berkhutbah, kerana urusan yang menggangu fikirannya sudah selesai dan dia sendiri mjemperkatakan apa yang telah dia laksanakan.

 

f. Berkenaan lilin dan bulan. Arwah datuk saya pernah berpesan. Jangan menjadi lilin yang membinasakan diri untuk menerangi perjalanan seorang manusia. Sebaliknya jadilah seperti bulan, yang mengambil cahaya matahari untuk mengindahkan dirinya dan menerangi kegelapan malam agar ramai manusia boleh berjalan  ke destinasi yang ditujui.

 

Kita merosakkan diri dengan emnjadi lilin, setelah lilin habis, maka kegelapan menjelma kembali dan kita tidak akan dapat m,enerangi perjalanan  walau seorang manusia. Tetapi dengan menjadi bulan. Bulan itu hodoh, tetapi bulan mengambil cahaya matahari untuk menghiasi dirinya dengan purnama. Lantas menerangi kegelapan malam , membantu jutaan manusia dibumi untuk bergerak di malam hari. Dan kitaran bulan akan berterusan sehingga datanglah perintah Allah SWT agar bulan tidak lagi menyinari di malam hari.

 

Kalau dikiaskan kepada diri manusia dan bulan, dan diri manusia dan lilin. Sebenarnya kita ini lebih hampir kepada bulan. Sebabnya,  sejauhmana hodohnya bulan, begitulah hodohnya kita dengan dosa dan kemungkaran. Dan sebijak mananya bulan mendapatkan cahaya matahari untuk menhiasi diri, itulah kiasan manusia yang berusaha mendapatkan cahaya iman walu pernah bergelumang dengan dosa dan kemungkaran. Cahaya keimanan itulah yang akan mengindahkan diri kita bukan saja dipandang mata malah indah juga di mata hati.Bukan itu sahaja, keimanan itu akan digunakan untuk menyinari dunia kegelapan zulumat jahiliah manusia-manusia yang cintakan dunia. Inilah bidalan sinaran     rembulan menyinari kegelapan malam dan membantu manusia dibumi bergerak menuju destinasi.

 

Salahkah menjadi lilin ? Tidak salah. Tetapi pastikan cahaya lilin , dihasilkan oleh lilin bukan pinjaman dari matahari.  Andainya kita ingin berkorban dengan membinasakan diri sendiri demi orang lain, pastikan kita sudah mempunyai kemantapan iman. Sebab di hujung sakarat kita, waktu itulah syaitan akan datang berbondong-bondong untuk menyesatkan kita buat kali terakhir. Yang hanya boleh menyelamatkan kita hanyalah iman yang mantap.

 

Wassalam

 

****************************

 

AlhamdulilLAH, biiznilLah, sempurna sudah warta kalam yang dapat ana coretkan buat perkongsian dan penyebaran manfa’at ‘ilmiah fisabiliHI bersama saudara saudari seaqeedah yang ana hargai filLAH.Moga ada khairnya.

 

Sebarang kesilap salahan, kekurangan, kelemahan, ketidak jelasan padanya segeralah perbetul atau maklumkan pada ana. WalLahu ‘Aalimin.

 

Yang ingin dikejar bukannya nama, kalungan pujian, gelaran, popularity atau apa jua asyikan duniawi sebaliknya yang ingin diburu sebenar-benarnya ialah REDHO ILAHI. InsyaALLAH.

 

WalLAHU ‘Aalimin wa huwa al Wadud.

 

 

Akhirul kalam..

sebarang bentuk kerjasama, respons, keprihatinan, pertimbangan sama ada secara langsung atau sebaliknya, ana dahului dengan ucapan ‘jazakumulLAHU khairal jaza’. 

 

BarakalLAHU lakum wa ahlul buyutukum!

 

Asifi ‘ala kulli hal.

 

 

ALLAHUMMA 'AIZ AL-ISLAM WA AL-MUSLIMIN!!

 

Wassalamu bilkhair ajma’in.

 

 

 

Al faqiir ila ALLAH S.W.T.,

Bint Haji Yusof,

23 Muharram 1427H

Downtown, Auckland, NEW ZEALAND.

 



~* ~* ~ * Bint Haji Yusof *~ *~ *~

Finally, whatever I do,
I always remind myself that I am
doing it for the sake of God.

As stated in the Quran,
"Say: Truely, my prayer, my service
of sacrifice, my life, and my death
are (all) for God, the Cherisher of
the Worlds" (6:162).

May Allah S.W.T. accept my humble
efforts. Amiin.

ALLAHUMMA a'iz al Islam wa al Muslimin!

~* ~* ~ * Bint Haji Yusof *~ *~ *~

26 Comment(s) / Post Comment

Thursday, February 9th 2006

6:17 PM

Pengongsian 'Ilmiah

Penjelasan : Dan Segala Sesuatu Telah Kami Terangkan Dengan Sejelas-Jelasnya


Jumat, 27 Februari 2004
06:54:18 WIB
Kategori :
Al-Qur'an : Tanya Jawab
Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=309

Oleh: Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani


Pertanyaan:


Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya :

Syaikh yang kami muliakan ! Kami mohon keterangan dan penjelasan dari anda terhadap ayat-ayat dan hadits berikut ini.

Terjemahan keseluruhan ayat:

 

[12] Dan Kami jadikan malam dan siang itu dua tanda (yang membuktikan kekuasaan kami), maka Kami hapuskan tanda malam itu (sehingga menjadi gelap-gelita), dan Kami jadikan tanda siang itu terang-benderang supaya kamu mudah mencari rezeki dari limpah kurnia Tuhan kamu dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan hitungan hisab (bulan dan hari) dan (ingatlah) tiap-tiap sesuatu (yang kamu perlukan untuk dunia dan agama kamu), Kami telah menerangkannya satu persatu (dalam Al-Quran) dengan sejelas-jelasnya.

 

FOKUS SOALAN PADA:

"Artinya : Dan segala sesuatu telah kami terangkan dengan sejelas-jelasnya"

 [Rujukà Al-Isra; 17:12]

Terjemahan keseluruhan ayat:

 

[38] Dan tidak seekor pun binatang yang melata di bumi dan tidak seekor pun burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan mereka umat-umat seperti kamu. Tiada Kami tinggalkan sesuatu pun di dalam kitab Al-Quran ini; kemudian mereka semuanya akan dihimpunkan kepada Tuhan mereka (untuk dihisab dan menerima balasan).

 

FOKUS SOALAN PADA:

"Artinya : Tidak kami tinggalkan di dalam Al-Kitab ini sesuatupun (tidak ada satupun yang tidak kami tulis di dalam kitab ini)"

[Rujuk à Al-An'am; 6 :38]

*************

HADITH:

"Artinya : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : 'Sesungguhnya Al-Qur'an ini ujungnya ada di tangan Allah dan ujung satunya lagi ada di tangan kalian. Maka berpegang teguhlah kalian dengan Al-Qur'an, sebab kalian tidak akan sesat dan tidak akan binasa selama-lamanya selama kalian berpegang teguh dengannya"

[Rujuk à Shahih Targhib wa Tarhib 1/93/35]

-------------------------------------------------------------------------------


Jawaban.
Adapun ayat.

"Artinya : Dan segala sesuatu telah kami terangkan dengan sejelas-jelasnya"

 [RujukàAl-Isra; 17:12]

Yang dimaksud "kitab" di dalam ayat ini adalah lauh mahfudz (tempat Allah menulis semua kejadian), bukan Al-Qur'anul Karim.

Tentang ayat.


"Artinya : Tidak kami tinggalkan di dalam Al-Kitab ini sesuatupun (tidak ada satupun yang tidak kami tulis di dalam kitab ini)"

[Rujukà Al-An'am; 6 :38]

Menurut keterangan dari Allah dan Rasul-Nya (Al-Qur'an dan Hadits) makna dari ayat ini ada dua macam.

. Secara tafshil, yaitu terperinci (seperti : Shalat, zakat, haji, dan seterusnya, -pent-)
. Secara mujmal, yaitu garis besarnya saja atau kaidah-kaidah/batasan-batasannya saja, (seperti masalah khamr, masalah bid'ah, tasyabuh, dan lain-lain, -pent-)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Tidak ada satupun perintah Allah yang belum aku sampaikan kepada kalian, begitu juga tidak ada satupun larangan Allah yang belum aku sampaikan kepada kalian"

 

[Rujukà Ash-Shahihah No. 1803]

Padahal kalau kita lihat hari ini, jenis khamr dan bid'ah barangkali jumlahnya mencapai puluhan bahkan mungkin ratusan.

 

Apakah puluhan khamr dan ratusan bid'ah ini semuanya diterangkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam satu persatu ?

 

Ternyata tidak, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam hanya mejelaskan kaidah dan batasan-batasannya saja. Di antara hadits-haditsnya adalah :

"Artinya : Tidak boleh menimpakan bahaya kepada diri sendiri dan kepada orang lain"

 

[Shahihul Jaami' No. 7517]

"Artinya : Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamr adalah haram"

 

 [Irwa'ul Ghalil 8/40/2373]

"Artinya : Setiap bid'ah adalah sesat dan setiap yang sesat pasti di neraka"


[Shahih Targhib wa Tarhib 1/92/34]

Inilah kaidah-kaidah umum yang bersifat luas dan menyeluruh yang datang dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dengan kaidah-kaidah seperti ini maka seluruh permasalahan yang menyangkut tentang khamr, bid'ah, perbuatan yang membahayakan keselamatan diri sendiri, dan lain-lain, semua bisa kita tentukan hukumnya satu persatu.

Hal ini betul-betul menunjukkan bahwa Allah dan Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menerangkan segala hukum syar'i dengan sejelas-jelasnya. Tapi sekali lagi, keterangan-keterangan tersebut kadang-kadang hanya berupa kaidah-kaidah dan batasan saja. Tidak diperinci satu persatu.

Adapun tentang hukum-hukum fiqih seperti tata cara wudhu, shalat, pusa, zakat, haji dan lain-lain, semuanya sudah dijelaskan dan dicontohkan secara rinci di dalam sunnah.
Bahkan kadang-kadang dijelaskan langsung oleh Allah di dalam Al-Qur'an. Misalnya tentang hukum faraidh (pembagian warisan).

Tentang derajat hadits yang ditanyakan di atas
, hadits tersebut shahih. Mengamalkan hadits tersebut adalah dengan cara berpegang teguh dengan Al-Qur'an.

 

Dimana disebutkan dalam hadits tersebut bahwa Al-Qur'an merupakan tali yang ujungnya ada di tangan Allah dan ujung satunya lagi ada di tangan kita. Dan kita harus tahu bahwa kita tidak mungkin bisa berpegang teguh dengan Al-Qur'an tanpa mempelajari dan mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berupa hadits-hadits yang shahih.

Sebagaimana disabdakan baginda Shallallahu 'alaihi wa sallam;

 

        

 

Artinya:

           

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Malik Radiallahu ‘anhu yang bermaksud :

 

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku tinggalkan untuk kamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, selama kamu masih berpegang kepada keduanya iaitu Kitab Allah (Al-Qur‘an) dan sunnah RasulNya”.

(Hadis riwayat Malik)

[Misykatul Mashabih 1/66/186]


--------------------------

[* Disalin kitab Kaifa Yajibu 'Alaina Annufasirral Qur'anal Karim, edisi Indonesia Tanya Jawab Dalam Memahami Isi Al-Qur'an, Penulis Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, terbitan Pustaka At-Tauhid, penerjemah Abu Abdul Aziz]

35 Comment(s) / Post Comment

Thursday, February 9th 2006

4:58 PM

PETUA SIHAT CARA SAINTIFIK NABI KITA

SUMBER PEROLEHAN : LAMAN PETUA PETUI NURDIA

Oleh : Nurdia

 

PETUA SIHAT CARA SAINTIFIK NABI KITA

 

Selain fizikal, mental dan rohani juga adalah elemen penting dalam memastikan badan yang sihat, insyallah untuk panjang umur.

"Ajal maut dan jodoh pertemuan   memang ditangan tuhan, tetapi usaha dari manusia itu perlu sebelum berserah pada tuhan. "

 

1. SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH

RasululLah s.a.w. selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat subuh berjamaah.

 

Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain :

-  Berlimpah pahala dari Allah

-  Kesegaran udara subuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit TB

-  Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan

 

2.   AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN

RasululLAH s.a.w. selalu sentiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jumaat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi.

"Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman"

(HR Muslim)

 

3.  TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN

Sabda RasululLAH s.aw. :

"Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak ( tidak sampai kekenyangan)" 

(Muttafaq Alaih)

 

Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda :

Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan

 

4. GEMAR BERJALAN KAKI

RasululLAH s.a.w. selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung

 

5. TIDAK PEMARAH

Nasihat RasululLAH s.a.w. :

"Jangan Marah"

diulangi sampai 3 kali.

 

Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.

 

Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :

-  Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring

-  Membaca Ta 'awwudz, karena marah itu dari Syaithon

-  Segeralah berwudhu

-  Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

 

6. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA

Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT

 

7. TAK PERNAH IRI HATI

Untuk menjaga stabiliti hati, kesehatan jiwa, & mental maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.  Tidak iri hati bila kawan atau kenalan mendapat keuntungan seperti naik pangkat, berjaya dalam perniagaan, mempunyai anak-anak yang berjaya dsbnya. Dan disarankan untuk membantu rakan-rakan untuk berjaya, di mana ia akan memberi kepuasan dalaman yang hakiki.

 

----------------

*  Bint Haji Yusof: “WalLAHU ‘Alam bishowab.”

14 Comment(s) / Post Comment

Saturday, January 14th 2006

11:36 PM

BismilLah..

  • Mood:

Sambungan “Afwan

   

 

YA ROBBI,

Saya akui, yang diri ini masih cetek dan jahil tentang sebuah kehidupan mahupun ngerinya sebuah kematian. Sebermulanya, ENGKAU ciptakan diri saya daripada tiada kepada ada, kemudian ENGKAU keluarkan saya daripada kelemahan kepada kekuatan dan seterusnya daripada tidak tahu; kejahilan kepada berpengetahuan; keilmuwan.

 

YA ROBBI,

Pernah suatu masa, saya tidak dapat membezakan antara yang baik dan buruk, kadangkala berbuat dosa melalui kelebihan-kelebihan yang sedia ada, kadang kala kerana tidak melaksanakan sesuatu; tidak berjalan di jalan perintah-MU, tetapi melangkah di jalan-jalan yang ENGKAU larang. TETAPI, tidak juga ENGKAU menarik rahmat-MU dari saya, dan tidak juga ENGKAU menyembunyikan cahaya petunjuk; hidayah-MU dari saya.

 

Demikianlah betapa MAHA PENGASIH dan PENYAYANG-nya diri-MU. ENGKAU menerima gerak ‘amal saya, dalam bersujud di hadapan-MU, saya tetap dipandang mulia, meskipun dosa-dosa saya tiada terhitung, rahmat kasih sayang-MU nyatanya berlipat kali ganda melimpah berbanding bekas dosa-dosa saya yang tidak terhitung itu.

 

Sesungguhnya tidak pernah ada seseorang pun yang menderita di jalan keIMANan yang tidak mendapatkan penawar kepada kesakitan yang dihadapinya, jika benar dia seorang Mu’min ILAHI. Duhai diri, biarkanlah penawar bagi kesakitan engkau adalah sakit itu sendiri, jadikanlah penawar kepadanya air mata keinsafan dan hati yang selalu memuhasabahi detikan arus kehidupan.

 

 

 

Duhai diri,

Berhentilah bertindak sebagai gadis yang mentah, cetek ilmu dan cuma diam dalam tempurung, berpalinglah kepada perburuan seorang Muslimah yang matang dan dalam pengetahuannya serta punya pengalaman yang luas. Cabutlah keluar jalan al hawwa dari dalam diri dengan jalan syariat, menuju kepada kehendak TUHAN. Binakanlah kediaman di perbanjaran usaha yang tinggi. Sesungguhnya tiada kediaman mahupun perkampungan selepas mati untuk seseorang itu melainkan apa yang dibina dengan ‘amal ikhlasnya.

 

Berpalinglah dari lapangan keselesaan dan keberadaan kepada  lapangan kepayahaan dan kedhaifan. Usirkanlah dari jiwa semua yang disenangi bayangan dan angan-angan yang tiada berkesudahan. Berhati-hatilah, jangan dipersia-siakan mahupun diperhabiskan helaan nafas-nafasmu dalam obrolan yang sia-sia semata, kerana penting bagi dirimu selaku seorang ‘PERANTAU AKHIRAH, MUSAFIR PERJUANGAN’ untuk memelihara nikmat nafasnya. Sebaliknya isilah ia dengan sari hembusan penyesalan dan ketaabudan tehadap ALLAHU ROBBI.

 

Sedarilah kemudaan akan meninggalkan engkau. Maka pergerakkanlah langkah daripada sekarang ke lorong-lorong yang penuh cahaya kecemerlangan, insyaALLAH ia akan menolong diri mu menghalakan arah permusafiranmu ke suatu tempat, di mana engkau akan dapat bernafas dengan wangian keIMANan.

 

Duhai diri,

Masukilah jalan taubat, dan dengan air mata keinsafan, cucilah karat kehitaman hatimu dengan khudus penyesalan juga penyerahan secara total kehadrat ILAHI.  Tolak dan lemparkanlah segala khayalan-khayalan serakah. Sesungguhnya kenikmatan IMAN itu hanya akan dapat dirasai orang yang telah pergi kepada TUHAN dengan hatinya yang kosong daripada segala sesuatu yang bukan TUHAN.

 

Ya  Bint Haji Yusof,

Apabila disedari akan hakikat ketiadaan hati yang heroik sedemikian itu dalam dirimu maka mengapa tidak dipalingkan diri mu sendiri dalam taubat dan meletakkan diri mu  di tangan seorang yang ahli, yang faqih, ‘alim dan bijaksana dalam hal itu sehinggalah engkau sudah cukup matang, miliki ‘ilmu juga pengalaman serta punya keyakinan untuk terus berada dalam hadaf perjuangan; jalan da’awah al haq ini.

 

Duhai diri,

Ya  Bint Haji Yusof,

Sekarang ini, engkau harus memohon keampunan, insaflah dan bertaubatlah kehadrat ALLAHU ROBBUL ‘AALAMIN. Janganlah umpama penamu, melakukan lagi perbuatan hitam. Dengan air mata engkau sendiri, cuci bersihlah buku kehidupanmu sebagaimana ayahanda Haji Yusof ibn Embong dan bonda Hajjah W.Faridah bint Haji Wan Sembok menamakan dirimu ‘SOFIA’ yang membawa erti ‘KEBERSIHAN, KESUCIAN’. Ambillah penamu dari bidang gersang dan coretan kosong semata tanpa tulus gerak ‘amal seiringan bicara tintaan dalam praktikaliti kehidupan, dan tutuplah bukumu daripada urusan menulis sesuatu yang menyedihkan. Suruhlah lidahmu berdiam, kerana diam lebih berharga daripada apa pun yang dapat engkau katakan. Sejurusnya, berusahalah untuk menyerahkan diri mu kepada penuntun rohani yang sempurna, kerana itulah erti “membawa hati mu di tangan mu”, biiznilLah, akan dipimpin dan dibimbing dirimu ke jalan syurgawi, yang dipenuhi siraman keberkatan dan keredhaan ILAHI yang abadi. *Ia merupakan titik tolak dari semua kebaikan.

 

 

WalLahu’alm bish-shawab.

BilLahit-taufiq wal-hidayah.

 

 

 Nukilan al faaqiir ila ROBBI :-

Keberhasilan iras cetusan penulisan ini dan pengolahan keseluruhannya diatribusikan kepada Hakim Nuruddin ‘Abdurrahman Jami, seorang sasterawan besar abad XV. Beliau dilahirkan pada tahun 1414M, di suatu kota kecil bernama Jam, Afghanistan dan telah menulis lebih kurang 60 karya; misalnya Nafahatul Uns (Nafas dari Bayu Persahabatan) dan karya puisi ‘Haft Awrang’ (Tujuh Takhta Rahmat) yang terdiri daripada lima ribu bait. Beliau meninggal dunia pada tahun 1492M. :-  kerana irasan percikan citra ini dilarikkan seusai mengulangi pembacaan saya pada salah satu karya penulisan Allahyarham. Asifi atas sebarang kecacatan, ketidakpuasan mahupun kelemahan pada tinta pena kali ini. Sesungguhnya saya, seorang hamba Tuhan yang masih punya kekurangan dan kejahilan yang masih perlukan kepada pembaikan yang masih panjang. Maafkan saya atas kekurangan diri ini. Inni al faaqiir ila ROBBIhi.

 

 

 -25 SYAWAL 1426H = SUN, 27 NOV 05 - RM214/3, TRC, DOWNTOWN, AUCKLAND, NZ-

14 Comment(s) / Post Comment

Friday, January 13th 2006

4:11 PM

Baiti Jannati - Usrati Mahbubah

  • Mood:

Keluarga Bahagia

 

 

Bahagia seluruh semesta
Bermula dari keluarga
Dari titisan susu ibu tercinta
Mengalirlah sungai kasih abadi


Tumbuh dari keringat ayah
Kita perah pengorbanannya
yang melimpah
Derai air matanya mengalir
Di darah kita membina cita-cita

Rentaslah seribu laut (serta)
Kembaralah ke seluruh alam
Takkan kau temui
Semurni cinta keluarga


Langkah remajamu
Ditusuk sembilu
Kembara dewasamu
Diamuk nafsu

Ingatlah pesan Ibu
Kenanglah pesan Ayah
Kembalilah
Ke jalan Allah.....


Sayangi keluarga
Di situlah bahagia.....


 

Album : Berjalan Melihat Mentafsir
Munsyid : NowSeeHeart
Lagu: Mujahid Abdul Wahab & Jeff Hazimin Jaafar

 Album : Berjalan Melihat Mentafsir

24 Comment(s) / Post Comment

Friday, January 13th 2006

3:13 PM

Bint ul Islami: From the bottom of my heart.

 

In the name of Allah, Most Gracious and Merciful

A righteous woman is the greatest blessing that Allah (Subhanahu wa ta’ala) can give to a man, for with her he can find comfort and rest after the exhausting struggle of earning a living. With his wife, he can find incomparable tranquility and pleasure.

Just as the true Muslim young man will not be attracted to the pretty girls who have grown up in a bad environment, so the Muslim young woman who is guided by her religion will not be attracted to stupid “play-boy” types, no matter how handsome they may be. 

Rather she will be attracted to the serious, educated, believing man who is clean-living and pure of heart, whose behavior is good and whose understanding of religion is sound. No-one is a suitable partner for the good, believing woman except a good, believing man; and no-one is a suitable partner for the wayward, immoral woman but a wayward, immoral man, as Allah (Subhanahu wa ta’ala) has said:

Women impure are for men impure, and men impure for women impure, and women of purity are for men of purity, and men of purity are for women of purity . . . .” (Qur’an 24:26) 

The true Muslim woman is never dazzled by outward appearances, and she never lets them distract her from seeing the essence of a potential spouse.

The Muslim woman knows that the man has the right of qiwamah over her, as the Qur’an says:

Men are the protectors and maintainers [qawwamun] of women, because Allah has given the one more [strength] than the other, and because they support them from their means. . .” (Qur’an 4:34)

Hence,

 Ø     she wants to marry a man of whose qiwamah over her she will feel proud, one whom she will be happy to marry and never regret it.

Ø     she wants a man who will take her hand in his and set out to fulfill their life’s mission of establishing a Muslim family and raising a new generation of intelligent and caring children, in an atmosphere of love and harmony, which will not be impeded by conflicting attitudes or religious differences. 

Believing men and believing women are supposed to walk side-by-side on the journey of life, which is a serious matter for the believer, so that they may fulfill the great mission with which Allah (Subhanahu wa ta’ala) has entrusted mankind, men and women alike, as the Qur’an says:

For Muslim men and women - for believing men and women, for devout men and women, for true men and women, for men and women who are constant and patient, for men and women who humble themselves, for men and women who give in charity, for men and women who fast [and deny themselves], for men and women who guard their chastity, and for men and women who engage much in Allah’s praise - for them has Allah prepared forgiveness and great reward.” (Qur’an 33:35) 

In order to achieve this great goal of strengthening the marriage bond, and establishing a stable family life, it is essential to choose the right partner in the first place.

Verily, ALLAH S.W.T. Knows Best!

Wassalam.

Al faqir ila Robbihi.

- OCT 24, 2005 : 21:02:00 Mon-

13 Comment(s) / Post Comment

Friday, January 13th 2006

1:10 PM

Pesanan..

  • Mood:

RANJAU BERDURI

 

WALLAHU MUSTA'AN

 Inni al faqiir ila ROBBI.

23 Comment(s) / Post Comment

Tuesday, January 3rd 2006

12:32 PM

Labbbaik

Zulhijjah 1426H

"Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaik, La Shareek Laka, Labbaik. Innal Hamdah, Wan Nematah, Laka wal Mulk, La Shareek Laka"

"Here I am at Thy service O Lord, here I am. Here I am at Thy service and Thou hast no partners. Thine alone is All Praise and All Bounty, and Thine alone is The Sovereignty. Thou hast no partners."

FIRST DAY: 8 Zul Hajj

1. During the night before Fajr of 8 Zul Hajj, put on ihram, make your niyyah (intention) and recite talbiyah 3 times and pray to Allah Almighty.

2. After Fajr, leave Makkah for Mina. However, people can go to Mina even before Fajr during the night.

3. Today in Mina, offer Zuhr, Asr, Maghrib and Isha prayers.

4. Stay overnight in Mina

SECOND  DAY: 9 Zul Hajj

1. After Fajr prayer in Mina, go to Arafat.

2. In Masjid-e-Namra, the imam leads Zuhr and Asr prayers, combined and shortened, at Zuhr time. At other places in Arafat, similarly combine these two salats or offer them at their proper times with jama’at.

3. Wuquf-e-Arafat or standing until sunset.

4. At Maghrib time, without offering Maghrib prayer, leave for Muzdalifah.

5. Offer Maghrib and Isha prayers together in Muzdalifah at Isha time.

6. Stay overnight in Muzdalifah.

THIRD  DAY: 10 Zul  Hajj

1. In Muzdalifah, after Fajr prayer and Wuquf, proceed to Mina.

2. Throw 7 pebbles at Jamrat-ul-Aqabah. 

3. Animal sacrifice.

4. Shave your head or cut some hair from it.

5. Go to Makkah for Tawaf-e-Ziarat.

6. Stay overnight in Mina.

FOURTH  DAY: 11 Zul Hajj

1. At any time in the afternoon, throw 7 pebbles on each of the 3 pillars starting with the first pillar, then on the middle pillar, and lastly on the pillar of Aqabah.

2. If you could not do Tawaf-e-Ziarat yesterday, do it today.

3. Stay overnight in Mina.

FIFTH  DAY: 12 Zul Hajj

1. At any time in the afternoon, throw 7 pebbles on each of the 3 pillars in he same order as was done on 11 Zul Hajj.

2.  If you could not do Tawaf-e-Ziarat earlier, it is essential to do it today before Maghrib.

3. You can leave Mina on 12 Zul Hajj before the sun sets. If the sun sets before you are able to depart, remain in Mina for the third night and throw pebbbles again the next day.

Note:

  • In Mina, Arafat and Muzdlifa, all the prayers are shortened and offered at their proper times except noted above.

  • Whenever you finish Tawaf-e-Ziarat during the night, come back to Mina for stay.

  • There are 3 obligatory acts (Fard) without which Hajj is invalid:

    * Ihram  
    * Wuquf-e-Arafat
    * Tawaf-e-Ziarat

4.  Before returning to your country after completing the rites of  Hajj, perform the Farewell Tawaf (Tawaf al-Wida).

* * * * * * * * * *

The Hajj at a Glance

NOTE: for greater detail about performing Hajj or Umrah, please consult a more comprehensive source.

Design and graphics by Monzur Ahmed, copyright © July 1998
monzur@bigfoot.com

37 Comment(s) / Post Comment

Saturday, December 31st 2005

12:59 AM

SAYONARA 2005

Bismillahirrahmanirrahim....

2005 kini mula meniti hari-hari terakhirnya bersama kenangan suka-dukanya yang tersendiri.

Manusia yang tidak mempunyai hala tuju hidup tidak pernah mengambil berat tentang berlalunya masa sedangkan manusia yang begitu jelas misi dan visinya sentiasa cemas dengan perjalanan masa di mana setiap saat yang berlalu dan akan datang mempunyai nilai yang begitu berharga.

Imam al-Ghazali pernah menyatakan sesuatu yang paling jauh dan susah untuk dikembalikan semula ialah masa atau waktu yang sudah ditinggalkan. Manusia yang suka menangguhkan pekerjaannya merupakan manusia yang memiliki sikap golongan yang rugi dan gagal kerana tidak menghargai masa yang ada dan terlalu yakin bahawa dia masih mampu untuk menggantikan masa yang berlalu dengan masa yang baru datang.

Pejuang Islam sentiasa diingatkan bahawa tugas yang perlu dilaksanakan melebihi waktu yang ada. Oleh itu pejuang Islam mesti serius dan bersungguh dalam melaksanakan tugas tanpa mengenal erti membuang masa, menangguh kerja, bergurau-senda dan perkara yang tidak berguna.

Sayyidina Umar al-Khottab pernah menyatakan bahawa beliau kurang tidur disiang hari kerana bimbang banyak tugas rakyat yang tidak dapat diselesaikan manakala beliau juga kurang tidur pada malam hari kerana bimbang kurang beribadat kepada Allah. Oleh itu koreksilah diri kita dimanakah tahap kedudukan kita berkenaan dengan penjagaan dan penghargaan terhadap masa.

         Sambutan kedatangan tahun baru dewasa ini tidak pernah dipisahkan daripada hiburan yang melalaikan dan upacara yang penuh dengan pembaziran serta aktiviti yang bercanggah dengan Islam.

Berapa ramaikah di kalangan umat Islam sendiri yang mengetuk hatinya untuk bertanya tentang manfaat dan tujuan menyambut kedatangan tahun baru dengan program yang melalaikan.

Apakah misi dan visi yang tersurat dan tersirat daripada sambutan yang merugikan masa dan wang itu.

Adakah dengan sambutan itu mampu meniupkan semangat untuk menambahkan lagi kreatif dan kualiti kerja atau pun sambutan itu tidak lebih hanya sekadar membuang masa dan untuk berseronok semata-mata.

Adakah sambutan tahun baru ini adalah untuk meniru budaya barat yang telah lama hancur tamadun kerohaniannya bagi menunjukkan kepada dunia bahawa kita juga boleh dan mampu rosak sebagaimana mereka.

Adakah kita akan menjadi masyarakat kono dan tidak bertamadun jika mengubah cara sambutan tahun baru dengan aktiviti lebih berakhlak dan berfaedah.

Tanyalah diri masing-masing tentang keperluan untuk menyambut tahun baru dan kepentingannya kepada kemajuan kita.

        Masa yang berlalu walau pun tidak dapat dikembalikan namun kegagalan, kehancuran, kejayaan, kegemilangan yang pernah berlaku dapat berulang semula apabila umat manusia memenuhi syarat-syaratnya. Masa lalu dapat dijadikan ukuran dan tauladan ke arah meneruskan agenda untuk masa yang baru datang. Kita sebagai umat akhir zaman sepatutnya lebih banyak mengambil iktibar daripada kehancuran dan kejayaan yang pernah dilalui oleh umat terdahulu sebagaimana peringatan Allah di dalam al-Quran agar kita sentiasa menyelidik dan berfikir tentang umat terdahulu supaya kita tidak mengulangi kesilapan mereka disamping meneruskan usaha dan sikap yang menghasilkan kejayaan buat mereka.

Kita tidak mampu menggapai untuk memikirkan realiti yang bakal berlaku pada masa hadapan dengan tepat sekali pun untuk jangka masa setahun akan datang sebaliknya kita mampu untuk berfikir tentang sesuatu yang pernah berlaku walau pun ia telah berlalu ribuan tahun dahulu.

Sebagai umat yang beriman kepada qadha' dan qadar Allah maka kita mesti yakin kepada janjiNya dengan bersungguh-sungguh mengubah diri ke arah yang terbaik terutama di dalam menghabiskan sisa umur kita pada tahun baru yang mendatang tanpa melupakan tahun lama yang berlalu.

Masa tidak akan berundur ke belakang sebaliknya manusia boleh menjadi umat yang pemikiran dan tindakannya berpusing ke belakang apabila mereka memilih jalan yang rosak dan sesat.

Tepuklah dada tanyalah dari mana kita datang, untuk apa kita dihidupkan di dunia fana ini dan ke manakah kita bakal dikembalikan.

Hanya umat yang kenal asal usulnya dan tahu kewajipan yang mesti dilaksanakan serta bersiap dengan bekalan yang sebaiknya untuk kembali menemui Allah sahaja yang bakal berjaya di dunia dan akhirat.

Wassalammm... Darul Ulum      

 

 Akhukum Fillah..  AlAsyqar@hotmail.com

 

Developed by DarulUlum Information Technology
Copyright © 2002 All Rights Reserved

Mula menyebarkan ilmu dan dakwah di alam siber pada 1 November 1998
e-mail address:darul_ulum@hotmail.com

13 Comment(s) / Post Comment

Tuesday, December 20th 2005

11:44 PM

Duhai MELAYU..renungkanlah..

  • Mood:

MELAYU


Melayu itu orang yang bijaksana
Nakalnya bersulam jenaka
Budi bahasanya tidak terkira
Kurang ajarnya tetap santun
Jika menipu pun masih bersopan
Bila mengampu bijak beralas tangan.


Melayu itu berani jika bersalah
Kecut takut kerana benar,
Janji simpan di perut
Selalu pecah di mulut,
Biar mati adat
Jangan mati anak.


Melayu di tanah Semenanjung luas maknanya:
Jawa itu
Melayu, Bugis itu Melayu
Banjar juga disebut
Melayu,
Minangkabau memang
Melayu,
Keturunan Acheh adalah
Melayu,
Jakun dan Sakai asli
Melayu,
Arab dan Pakistani, semua
Melayu
Mamak dan Malbari serap ke
Melayu
Malah mua'alaf bertakrif
Melayu
(Setelah disunat anunya itu)


Dalam sejarahnya
Melayu itu pengembara lautan
Melorongkan jalur sejarah zaman
Begitu luas daerah sempadan
Sayangnya kini segala kehilangan


Melayu itu kaya falsafahnya
Kias kata bidal pusaka
Akar budi bersulamkan daya
Gedung akal laut bicara


Malangnya Melayu itu kuat bersorak
Terlalu ghairah pesta temasya
Sedangkan kampung telah tergadai
Sawah sejalur tinggal sejengkal
tanah sebidang mudah terjual


Meski telah memiliki telaga
Tangan masih memegang tali
Sedang orang mencapai timba.
Berbuahlah pisang tiga kali
Melayu itu masih bermimpi


Walaupun sudah mengenal universiti
Masih berdagang di rumah sendiri.
Berkelahi
cara Melayu
Menikam dengan pantun

Menyanggah dengan senyum
Marahnya dengan diam
Merendah bukan menyembah
Meninggi bukan melonjak.


Watak Melayu menolak permusuhan
Setia dan sabar tiada sempadan
Tapi jika marah tak nampak telinga
Musuh dicari ke lubang cacing
Tak dapat tanduk telinga dijinjing
Maruah dan agama dihina jangan
Hebat amuknya tak kenal lawan


Berdamai cara Melayu indah sekali
Silaturrahim hati yang murni
Maaf diungkap senantiasa bersahut
Tangan diulur sentiasa bersambut
Luka pun tidak lagi berparut


Baiknya hati Melayu itu tak terbandingkan
Segala yang ada sanggup diberikan
Sehingga tercipta sebuah kiasan:
"
Dagang lalu nasi ditanakkan
Suami pulang lapar tak makan
Kera di hutan disusu-susukan
Anak di pangkuan mati kebuluran
"


Bagaimanakah Melayu abad dua puluh satu
Masihkan tunduk tersipu-sipu?
Jangan takut melanggar pantang
Jika pantang menghalang kemajuan;
Jangan segan menentang larangan
Jika yakin kepada kebenaran;
Jangan malu mengucapkan keyakinan
Jika percaya kepada keadilan.


Jadilah bangsa yang bijaksana
Memegang tali memegang timba
Memiliki ekonomi mencipta budaya
Menjadi tuan di negara Merdeka "



*****

NUKILAN
Usman Awang

25 Comment(s) / Post Comment

Monday, December 12th 2005

3:59 AM

Warkah buat semua

Coretan al faqiir ila Robbihi

 

BismilLahi walhamdulilLah wassolatu wassalamu ‘ala RasulilLah s.a.w.

 

Assalamu’alaikum warahmatulLahi wabarakatuh,

 

Kehadrat saudara saudari seaqeedah yang ana hargai, hormati dan kasihi filLah

 

Dido’akan semoga berada dalam keadaan IMAN yang BAIK dan diberi keKUATan ber’AMAL liridhALLAH. JazakumulLahu khairal jaza’ atas sebarang tinta kalam an nasohah, perutusan e-mail, peringatan dan teguran, bimbingan, tunjuk ajar, komentar, cadangan serta kunjungan antum ke gerbang eletronik maya PERANTAU AKHIRAH , MUSAFIR PERJUANGAN’.

 

AlhamdulilLah, ana amatlah bersyukur atas segala input dan nasihat yang diberikan. Ana cukup hargai dan ana do’akan kita sama-sama mampu ber’amal dan terus berjuang di jalan-NYA. Aiyish ‘azizan aumus syahidan!

 

Namun kekuatan dan persediaan diri kadangkala menjadi hambatan. Buat masa sekarang, meskipun dalam cuti musim panas Universiti (selama lbh kurang 3 bulan), diri ana agak sibuk juga dengan lambakan tugas sampingan (sama ada rasmi atau tidak formal)yang terus beraliran tanpa henti pada diri. Masih banyak perancangan dan urusan yang dirancang belum terlaksana dan mengkehendaki kehikmahan dalam menguruskannya serta tiada padam, menjadi obrolan nan sia-sia semata.  

 

Pada awlawiyat dan adik-adik yang belum sempat ana balasi e-perutusan kalian ‘alayya yang dikunjungkan pada kantung e-mail ana, maafkan ana atas kelemahan diri ini dan ketidakdayaan untuk menyegerakan balasan tinta pada kadaran masa terdekat ini.  Namun, usah khuatir atau berpatah hati, insyaALLAH, janji seorang muslim sejati harus utuh terpatri di strata sukma, kalian takkan ana hampakan, perutusan dikirim pastikan berbalas juga di suatu masa, ITU KENA INGAT.

 

InsyaALLAH, perjuangan atas kapasiti termampu akan diteruskan dan harap bersama do’akan semoga diberi kekuatan dan inayah oleh-NYA. PALING PENTING SEKALI semoga terus diberi keKUATan untuk terus mengislah diri dan sentiasa taqarrub ilaALLAH. Teringat ana akan tinta mualif, seorang sohabat, peringatan akan serangkai kata-kata yang dicoretkan ‘alayya: “Hati yang mati tidak akan menghidupkan hati mati yang lain”. InsyaALLAH, diri ini akan senantiasa INGAT.

 

Asifi ‘ala kulli hal, inni al faqiir ila Robbi.

Wallahu ‘Aarifiin wa ‘Aadilin wa HUWA Al Wadud.

SubhanakalLahumma wabihamdika ashadu ala ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika
Wassallamu'alaikum warohmatulLahi wabarokatuh

 

Al mukhlisah,

Bint Haji Yusof.

11 Dhul-Qhadah 1426H.

Auckland, NEW ZEALAND.

 

p/s: Aslm wbt, I’ll be away from 14 to 20 November –venturing South Island of NZ -Auckland>Christchurch>Queenstown>Dunedin>Christchurch>Auckland. Please pray for my safety during the whole journey – till safely->arrive home again.

68 Comment(s) / Post Comment